NABIRE – Setelah menyelesaikan studi di Jayapura, Founder Koraslima Papua, Mecky Tebai, memilih kembali ke kampung halamannya di Mapiduba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk membangun gerakan pendidikan berbasis komunitas melalui Rumah Inspirasi Kebadabi.
Rumah inspirasi yang juga dikenal sebagai Perpustakaan Kebadabi itu diharapkan menjadi ruang belajar, pusat literasi, sekaligus wadah pembinaan karakter bagi anak-anak, remaja, hingga orang tua.
“Rumah ini akan menjadi basis pelatihan anak-anak muda, anak-anak kecil bahkan orang tua. Akan ada pelatihan, parenting club, dan ruang belajar bagi anak-anak di sini,” ujar Mecky Tebai kepada awak media dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Menurut Mecky, gagasan tersebut lahir dari pengalaman panjangnya membangun gerakan literasi ketika menempuh pendidikan di Jayapura melalui Koraslima Papua. Sekembalinya ke tanah kelahiran, ia ingin menghadirkan semangat yang sama di tengah anak anak muda kompleks Mapiduba Nabire Papua Tengah.
Ia mengakui membangun rumah inspirasi di lingkungan tempat tinggalnya bukan perkara mudah. Selain keterbatasan fasilitas, kondisi sosial di kompleks yang selama ini mendapat stigma negatif menjadi tantangan tersendiri.Namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya.
“Setelah pulang, saya hanya memikirkan satu hal, yaitu rumah belajar. Rumah untuk menampung buku-buku, menyediakan ruang yang cukup untuk belajar dan berlatih. Dari ruang sederhana itu saya ingin mendidik adik-adik di kompleks,” katanya.
Mecky mengatakan sebagian besar masa mudanya dihabiskan di luar kampung halaman. Karena itu, kepulangannya merupakan bentuk panggilan untuk membangun kembali lingkungan tempat ia dilahirkan.
“Saya memulai dari ruang kecil yang mungkin tidak terlihat oleh banyak orang. Walaupun banyak yang ragu dengan kondisi kompleks ini, saya tetap percaya cahaya itu masih ada. Tinggal bagaimana kita memolesnya dan bekerja dengan hati,” ungkapnya.
Ia menilai setiap lingkungan memiliki potensi untuk berubah apabila ada kepedulian dan komitmen yang dibangun secara bersama-sama. Baginya, perubahan tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mecky juga menjelaskan bahwa apabila di Jayapura dikenal gerakan Koraslima Papua, maka di Nabire ia ingin menghadirkan Rumah Inspirasi Kebadabi sebagai pusat inspirasi bagi generasi muda yang membutuhkan ruang belajar dan ruang bertumbuh.
“Rumah Inspirasi Kebadabi adalah rumah bagi anak-anak yang kehilangan inspirasi. Terasnya harus menjadi tempat mendidik generasi kompleks untuk Papua bahkan dunia. Tidak harus langsung besar, tetapi dibangun sedikit demi sedikit dengan penuh ketekunan,” tuturnya.
Nama Kebadabi dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Pastor Dr. Neles Tebay. Mecky berharap perpustakaan yang dibangun itu kelak menjadi simbol semangat pendidikan, perdamaian, dan pengabdian yang diwariskan Pastor Neles Tebay kepada masyarakat Papua.
Ke depan, Rumah Inspirasi Kebadabi diharapkan tidak hanya melayani anak-anak di Kompleks Mapiduba, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, membaca, berdiskusi, serta mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan literasi, pelatihan, dan pembinaan karakter. (MB)







