NABIRE – Tim Perumus Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Tota Mapiha menggelar pertemuan terbuka bersama masyarakat di Kantor Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, Sabtu (11/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat persatuan masyarakat Mapia sekaligus membahas berbagai agenda menjelang pelaksanaan Mubeslub.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Perumus Mubeslub, Osea Petege, didampingi Sekretaris Tim Perumus, Guru Otopianus Tebai. Turut hadir Kepala Suku Besar Wilayah SIMAPITOWA, Fabianus Tebai, para kepala suku subrayon, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat dari lima distrik di wilayah Tota Mapiha.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Perumus menyampaikan pentingnya pelaksanaan Mubeslub sebagai forum bersama untuk mempererat persatuan dan membangun kesadaran kolektif masyarakat Tota Mapiha. Selain itu, masyarakat juga diajak memperkuat kebersamaan mulai dari tingkat akar rumput hingga para pejabat publik yang berasal dari Mapia.
Ketua Tim Perumus, Osea Petege, menekankan bahwa persatuan menjadi modal utama dalam mewujudkan cita-cita bersama masyarakat Mapia.
“Kita harus bersatu dan memiliki tujuan yang sama. Mubeslub menjadi momentum untuk menyatukan seluruh komponen masyarakat Mapia agar bersama-sama membangun daerah dan menjaga kebersamaan,” ujarnya di hadapan peserta pertemuan.
Suasana pertemuan berlangsung penuh antusias. Kehadiran masyarakat dari lima distrik mencerminkan dukungan terhadap agenda Mubeslub serta komitmen bersama untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Usai rapat, Kepala Suku Besar Wilayah SIMAPITOWA Fabianus Tebai, memimpin kegiatan Ebamukai atau pengumpulan sumbangan secara sukarela (alas tikar) di halaman Kantor Distrik Uwapa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Gapura Tota Mapiha di KM 21 Tanah Hitam.
Dari kegiatan tersebut berhasil dihimpun dana sebesar Rp12.650.000. Dana yang terkumpul langsung diserahkan kepada Bendahara Panitia Pembangunan Gapura, Paskalina Madai, untuk digunakan sepenuhnya bagi pembangunan gapura dan tidak dialokasikan untuk kebutuhan kegiatan lainnya.
Ketua Panitia Pembangunan Gapura, Musa Boma Mapiha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam bentuk tenaga, waktu, pikiran, maupun sumbangan dana.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mapia, para kepala suku, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pengusaha, anggota DPRK, anggota DPR Papua Tengah, anggota MRP Papua Tengah, aparatur sipil negara, pegawai swasta, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk terus berpartisipasi dalam penggalangan dana karena kebutuhan anggaran pembangunan gapura masih belum mencukupi.
“Pembangunan Gapura Tota Mapiha merupakan simbol identitas dan kebersamaan masyarakat Mapia. Karena itu kami berharap seluruh elemen masyarakat terus memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing agar pembangunan ini dapat segera terwujud,” kata Musa Boma Mapiha.
Melalui pertemuan tersebut, masyarakat Tota Mapiha tidak hanya memperkuat konsolidasi menjelang pelaksanaan Mubeslub, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Gapura Tota Mapiha sebagai simbol persatuan dan identitas masyarakat Mapia. (MB)






