TIMIKA – Orientasi dan Pelantikan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-1 Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Hotel Horison Ultima, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri para narasumber dan fasilitator, jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah, Tim Asistensi LPTQ, serta seluruh dewan hakim yang akan mengemban amanah sebagai penilai pada berbagai cabang lomba MTQ.
Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para dewan hakim yang akan bertugas pada pelaksanaan MTQ perdana tingkat Provinsi Papua Tengah.
Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah sekaligus Ketua Tim Asistensi, Ukkas, S.Sos., M.KP, dalam sambutannya menyebut MTQ I Provinsi Papua Tengah merupakan momentum bersejarah yang membawa tanggung jawab besar bagi seluruh pihak untuk menyelenggarakan ajang yang berkualitas, bermartabat, tertib, dan transparan.
“Musabaqah Tilawatil Qur’an bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi merupakan wahana syiar Islam, pembinaan generasi Qur’ani, serta upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Ukkas.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan MTQ sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme dewan hakim. Oleh karena itu, orientasi ini menjadi bekal penting bagi seluruh dewan hakim untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, memahami pedoman dan sistem penilaian yang berlaku, serta memperkuat komitmen menjalankan tugas secara profesional, objektif, adil, dan penuh tanggung jawab.
“Sebagai dewan hakim, saudara-saudara memegang amanah yang sangat mulia yang menuntut kejujuran, independensi, ketelitian, dan keberanian dalam mengambil keputusan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan apa pun,” tambahnya.
Setelah mengikuti kegiatan ini, Ukss berharap seluruh dewan hakim memiliki kesamaan standar dalam memberikan penilaian sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi selama pelaksanaan musabaqah. Penilaian yang objektif diharapkan dapat melahirkan peserta terbaik yang benar-benar layak mewakili Papua Tengah pada ajang MTQ tingkat nasional.
Adapun acara orientasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan menjadi tahap awal persiapan menuju pelaksanaan MTQ I Provinsi Papua Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Dengan semakin matangnya persiapan para dewan hakim, pastinya akan menjaga nama baik LPTQ Papua Tengah.
“Mari kita tunjukkan dedikasi, integritas, serta keteladanan. Jadikan setiap keputusan sebagai bentuk ibadah dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT, sehingga hasil MTQ benar-benar dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh keikhlasan,” harapnya. (Cr2)






