Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

DPRK Mimika Dukung Sanksi SPBU SP 2, Ingatkan Bahaya Penimbunan Pertalite di Tengah Ancaman Kelangkaan BBM

Etty Welerbadge-check


					DPRK Mimika Dukung Sanksi SPBU SP 2, Ingatkan Bahaya Penimbunan Pertalite di Tengah Ancaman Kelangkaan BBM Perbesar

TIMIKA – DPRK Mimika mendukung langkah tegas yang diambil Pertamina Patra Niaga dengan memberikan sanksi penghentian sementara penjualan pertalite selama 14 hari kepada SPBU SP 2 di Kabupaten Mimika, Kamis (9/7/2026).

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie mengatakan penghentian sementara penjualan pertalite di SPBU SP 2 tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yang dijalankan Pertamina dalam mengawasi penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi.

Menurut Adrian, persoalan distribusi BBM kerap menjadi perhatian di Mimika, terutama saat terjadi kelangkaan yang berpotensi memicu penimbunan hingga kenaikan harga di tingkat masyarakat.

“Misalnya saat terjadi kelangkaan BBM. Terjadi penimbunan dan harga-harga BBM naik,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga dan Disperindag Mimika yang memberikan sanksi kepada SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran guna menjaga distribusi BBM tetap tepat sasaran.

Adrian menyebut salah satu temuan yang menjadi dasar pemberian sanksi adalah adanya penjualan pertalite bersubsidi dengan volume mencapai 100 liter kepada kendaraan yang tidak sesuai.

Menurut dia, penjualan BBM dalam jumlah besar tersebut patut dipertanyakan mengingat fasilitas penyaluran BBM untuk kebutuhan industri telah tersedia melalui jalur khusus.

“Jangan sampai ternyata pembelian ini malah berujung pada penimbunan,” tegasnya.

DPRK Mimika juga meminta Pertamina Patra Niaga dan Disperindag melakukan pemeriksaan terhadap seluruh SPBU yang beroperasi di Mimika, termasuk pengawasan terhadap distribusi BBM eceran di tengah dinamika harga minyak dunia.

Adrian menilai pengawasan harus diperketat mengingat kondisi global, termasuk pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz, berpotensi mempengaruhi harga dan pasokan BBM di dalam negeri.

“Kalau tidak dicek dan situasi yang tidak pasti misalnya sampai akhir tahun, lalu ternyata harga BBM naik ditambah stoknya mulai langka, pengecer makin banyak, maka selesai sudah,” katanya.

Ia mengingatkan apabila distribusi BBM terganggu maka aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Mimika juga akan terdampak.

Karena itu, Adrian meminta seluruh SPBU sebagai penyalur BBM bersubsidi agar lebih berhati-hati dan berkomitmen menjaga distribusi agar tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak.

“Jangan sampai kita sudah susah lalu ada pula muncul penimbunan-penimbunan BBM oleh oknum tidak bertanggung jawab maka akan merugikan masyarakat. Apalagi pertalite ini harapan masyarakat kecil,” tandasnya. (Cr1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline