Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

244 Siswa SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Ikuti Pembekalan PKL

Etty Welerbadge-check


					244 Siswa SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Ikuti Pembekalan PKL Perbesar

NABIRE – Sebanyak 244 siswa kelas XII dari enam kompetensi keahlian di SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire mengikuti pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Poros Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan yang mewajibkan peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjalani Praktik Kerja Lapangan selama satu semester atau enam bulan sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka.

IMG 20260630 WA0029

Kepala SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire, Yanuarius Wakei, S.Pd, menjelaskan bahwa pembekalan diberikan sebagai persiapan sebelum para siswa diterjunkan ke dunia usaha dan dunia industri mulai awal Juli 2026.

“Selama dua hari ini kami memberikan pembekalan kepada siswa kelas XII sebelum mereka turun ke lapangan. PKL merupakan program wajib dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang harus dilaksanakan secara optimal oleh setiap SMK,” ujar Yanuarius saat ditemui awak media, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 244 siswa yang mengikuti PKL berasal dari enam jurusan, yaitu Teknik Konstruksi Perumahan, Teknik Audio Video, Teknik Tenaga Kelistrikan, Teknik Kendaraan Ringan, Bisnis Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Menurutnya, mulai Juli hingga enam bulan ke depan para siswa tidak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, melainkan melaksanakan praktik langsung di dunia kerja sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Selama satu semester mereka berada di dunia industri untuk memperkuat kompetensi, baik hard skill maupun soft skill yang telah diperoleh di sekolah. Harapannya, setelah lulus mereka lebih siap bekerja, berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Yanuarius menegaskan bahwa PKL merupakan mata pelajaran wajib dalam Kurikulum Merdeka yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mampu memahami budaya kerja, disiplin, serta standar operasional di lingkungan industri.

IMG 20260630 WA0027

Ia berharap seluruh peserta PKL dapat menjaga nama baik sekolah selama menjalani praktik di perusahaan maupun tempat usaha yang menjadi mitra sekolah.

“Kami selalu mengingatkan siswa agar disiplin, rajin, mematuhi seluruh SOP di tempat praktik, serta menjaga etika. Jangan sampai melakukan pelanggaran yang dapat merugikan sekolah karena jika satu siswa berbuat kesalahan, perusahaan bisa saja tidak lagi menerima siswa kami pada tahun berikutnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yanuarius mengakui bahwa tantangan terbesar pelaksanaan PKL di Papua Tengah adalah keterbatasan jumlah dunia usaha dan dunia industri yang dapat menjadi tempat praktik bagi siswa SMK.

Menurutnya, di Kabupaten Nabire terdapat sekitar 18 SMK yang secara bersamaan membutuhkan lokasi PKL, sementara jumlah perusahaan maupun industri yang tersedia masih sangat terbatas.

“Kami berharap dunia usaha dan dunia industri terus membuka kesempatan bagi siswa SMK untuk belajar. Kemitraan ini sangat penting agar lulusan SMK memiliki pengalaman kerja yang memadai dan nantinya dapat diserap sebagai tenaga kerja profesional,” ujarnya.

Melalui program PKL selama enam bulan tersebut, SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi, karakter, kedisiplinan, serta kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126

ASN dan Non-ASN Papua Tengah Ikuti Ibadah Oikumene, Ketua FKUB Ajak Serahkan Beban kepada Tuhan

13 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260713 WA0108

Pulang ke Kampung Halaman, Bung Mecky Dirikan Rumah Inspirasi Kebadabi untuk Bangun Generasi Muda Papua

13 Juli 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260713 WA0107

Kapolda Papua Tengah: Polisi Terus Imbau Warga Jauhi Titik Konflik di Intan Jaya

13 Juli 2026 - 12:08 WIB

IMG 20260713 WA0041
Trending di Headline