JAYAPURA – Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua Periode 2026-2031 di Aula Lukmen II, Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, pada Kamis (25/06/26).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, beserta para pejabat administrator dan Pembimbing Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Rita Wahyuningsih, yang juga sebagai anggota tim seleksi Calon Pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 mengikuti acara tersebut. Kakanwil juga hadir sebagai saksi pada pelantikan, bersama Kepala Biro (Kabiro) Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Herman Ick.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat Papua, Gubernur menyampaikan selamat kepada pimpinan BAZNAS yang baru dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan pembangunan daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, pimpinan BAZNAS periode sebelumnya, panitia seleksi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, serta seluruh pihak yang telah mengawal proses seleksi hingga pelantikan ini terlaksana dengan baik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua saat ini terus mendorong terwujudnya visi Papua Cerah, yakni Papua Cerdas, Sejahtera, Harmoni. Menurutnya, visi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berkualitas, penguatan ekonomi masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan perluasan akses kesejahteraan.

Karena itu, ia menilai kehadiran BAZNAS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keadilan sosial.
“BAZNAS bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat. BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun keadilan sosial dan menjadi jembatan yang menghubungkan kepedulian para muzaki dengan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Gubernur menambahkan, zakat memiliki peran besar dalam pemberdayaan umat, termasuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. Oleh sebab itu, BAZNAS Papua diharapkan dapat menghadirkan program-program yang terukur, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menyoroti besarnya potensi zakat di Papua yang masih perlu dioptimalkan. Untuk itu, ia mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.

Selain itu, ia mendorong perbankan, BUMN, dan BUMD untuk mendukung penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), digitalisasi layanan zakat, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Program-program seperti kampung zakat, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi keluarga hingga respons kemanusiaan perlu terus diperluas manfaatnya agar semakin banyak masyarakat Papua yang merasakan kehadiran zakat,” ujarnya.
Kepada pimpinan BAZNAS yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar menjaga amanah umat dengan penuh integritas, memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta terus melakukan inovasi, termasuk dalam transformasi digital layanan zakat.
Gubernur juga mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya yakin pimpinan BAZNAS Provinsi Papua periode 2026-2031 mampu menghadirkan berbagai terobosan yang akan semakin memperkuat peran zakat dalam pembangunan Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Papua Periode 2026-2031, Achmad Jaenuri, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya bersama jajaran pimpinan yang baru dilantik.
Menurutnya, amanah tersebut merupakan titipan dari Allah SWT dan kepercayaan umat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, BAZNAS RI, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta kesempatan kepada kami untuk mengemban amanah ini,” ujarnya.
Jaenuri menegaskan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat tata kelola BAZNAS agar terus mengalami kemajuan dan perbaikan, baik secara internal maupun eksternal.
Jaenuri menjelaskan, terdapat tiga prinsip utama yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, ketiga prinsip tersebut akan menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan langkah kerja BAZNAS Papua ke depan.
Dalam aspek internal, pihaknya akan melakukan penataan organisasi dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan kinerja BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sementara secara eksternal, BAZNAS akan memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga dan mitra strategis, terutama pemerintah daerah.
“Kami memohon dukungan dari seluruh pihak tanpa terkecuali. Ini adalah amanah menuju jalan kebaikan di tempat yang berbeda. Hari ini kita berhimpun dalam satu wadah, yaitu Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Papua, untuk bersama-sama menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)







