Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Apelcami Kecam Dugaan Pungli Bermodus Janji Kerja di Mimika, Siap Dampingi Korban

Etty Welerbadge-check


					Apelcami Kecam Dugaan Pungli Bermodus Janji Kerja di Mimika, Siap Dampingi Korban Perbesar

TIMIKA — Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartenz Mimika (Apelcami) mengecam keras praktik dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum dengan modus menjanjikan pekerjaan kepada para pencari kerja di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Koordinator Database Apelcami, Gelvin Kafiar mengatakan tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya para pencari kerja yang saat ini sedang berjuang mendapatkan kesempatan bekerja di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Kami mengutuk keras tindakan seperti itu. Ada oknum yang membuat gerakan dengan meyakinkan seseorang bahwa mereka bisa diakomodir untuk naik kerja dengan cara menyetor sejumlah uang. Ini adalah pungli dan sangat merugikan para pencari kerja,” kata Gelvin saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (19/6/2026).

Menurut Gelvin, kondisi ketenagakerjaan di Mimika saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk praktik yang dikenal masyarakat sebagai sistem “orang dalam”. Situasi tersebut, menurut dia, membuat para pencari kerja lokal semakin sulit memperoleh akses pekerjaan yang adil.

Di tengah kondisi itu, Apelcami sedang berupaya mengakomodir dan memperjuangkan kepentingan pencari kerja lokal agar mendapatkan kesempatan kerja yang lebih terbuka dan berpihak kepada masyarakat setempat.

“Kami sedang berusaha agar sistem yang ada bisa lebih berpihak kepada pencari kerja lokal. Jangan sampai kejadian seperti ini membuat kepercayaan dan semangat teman-teman pencari kerja hilang,” ujarnya.

Gelvin juga mengimbau masyarakat Mimika untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran pekerjaan yang menjanjikan proses instan dengan meminta sejumlah uang.

“Tidak ada sesuatu yang instan. Jangan mudah percaya jika ada yang menjanjikan pekerjaan hanya dengan membayar sejumlah uang. Tidak ada istilah membayar lalu langsung mendapat pekerjaan atau langsung mengikuti proses tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, Apelcami terus mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan regulasi yang dapat memberikan perlindungan dan keberpihakan kepada pencari kerja lokal, baik melalui peraturan daerah maupun kebijakan lainnya.

“Kami terus menyuarakan agar ada perda, surat edaran, atau kebijakan lain yang bisa memastikan anak-anak pencari kerja lokal di Kabupaten Mimika mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” kata Gelvin.

Sementara itu, terkait langkah hukum terhadap dugaan praktik pungli tersebut, pengurus Apelcami lainnya, Gilbert, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban yang telah terdata dalam organisasi.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada teman-teman yang menjadi korban. Kami berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Gilbert.

Apelcami berharap masyarakat segera melaporkan jika menemukan praktik serupa agar tidak semakin banyak pencari kerja yang menjadi korban penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanuddin, Fondasi Rusak Jadi Prioritas

23 Oktober 2026 - 13:06 WIB

20261022

Peserta IFRC Berbagi Pengetahuan Keselamatan kepada Pelajar di Timika

23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261023 WA0109

Beni Ugidipi Yogi Imbau Warga Paniai Timur Jaga Kawasan Keramat dan Tanah Adat

23 Oktober 2026 - 12:47 WIB

IMG 20261023 WA0106

Transformasi Digital Kesehatan, Rumah Sakit di Papua Tengah Didorong Tingkatkan Kualitas Data

23 Oktober 2026 - 12:19 WIB

IMG 20261023 WA0105

Kasus Berdarah di Samabusa, Sat Reskrim Polres Nabire Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

IMG 20261023 WA0103
Trending di Headline