Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua

Etty Welerbadge-check


					USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) menggandeng Australian National University dan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar seminar internasional bertema pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Papua di era globalisasi.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional yakni Dr. Laura Arnold dari Australian National University dan Prof. Dr. Yohana Wembise dari Universitas Cenderawasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Satya Wiyata Mandala atau USWIM Nabire Papua Tengah Rabu, (13/4/2026)

Rektor USWIM, Dr. Petrus Tekege, SH. MH, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari strategi kampus dalam mengejar target peningkatan kualitas akademik menuju tahun 2029.

“Minimal satu program studi di USWIM harus unggul pada tahun 2029. Karena itu kami terus membangun kerja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya Tekege usai kegiatan.

Menurutnya, USWIM telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk universitas di China, IPDN, Universitas Nasional (UNAS), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia menjelaskan, seminar internasional tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama lebih luas dengan universitas di Australia, terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan bahasa daerah Papua.

“Kami berharap ke depan ada penelitian bersama terkait pengembangan bahasa daerah sekaligus kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Tekege menegaskan bahwa seminar tersebut juga mendukung implementasi regulasi daerah terkait pelestarian bahasa daerah Papua yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Menurutnya, bahasa daerah Papua terancam hilang apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat, keluarga, maupun pemerintah daerah.

“Kalau kita tidak peduli, suatu saat bahasa-bahasa itu akan hilang,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kurikulum bahasa daerah agar generasi muda memiliki ruang belajar yang jelas di sekolah.

Selain itu, USWIM juga berencana mendorong pengembangan seni dan musik berbasis bahasa ibu sebagai media pelestarian budaya Papua di kalangan anak muda. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

138 Siswa SD YPPK Waonaripi Timika Lulus 100 Persen, Catat Prestasi Nilai Gemilang

2 Juni 2026 - 13:20 WIB

20260602

Potowaiburu Siap Bertransformasi Jadi Kota Kecil Baru di Ujung Barat Mimika, Infrastruktur dan Air Bersih Jadi Kunci Utama

2 Juni 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260602 WA0032

Dinkes Mimika Gelar Workshop TB DOTS untuk Perkuat Layanan TBC di Daerah Terpencil

2 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260602 WA0026

Hari Lahir Pancasila di Mimika: Refleksi Menjaga Persatuan, Mengukuhkan Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia

2 Juni 2026 - 12:36 WIB

IMG 20260601 WA0078

Lulus 100 Persen! SMP Negeri 2 Mimika Kembalikan 385 Siswa Angkatan ke-35 ke Pangkuan Orang Tua

2 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260602 212519
Trending di Headline