Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua

Etty Welerbadge-check


					USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) menggandeng Australian National University dan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar seminar internasional bertema pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Papua di era globalisasi.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional yakni Dr. Laura Arnold dari Australian National University dan Prof. Dr. Yohana Wembise dari Universitas Cenderawasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Satya Wiyata Mandala atau USWIM Nabire Papua Tengah Rabu, (13/4/2026)

Rektor USWIM, Dr. Petrus Tekege, SH. MH, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari strategi kampus dalam mengejar target peningkatan kualitas akademik menuju tahun 2029.

“Minimal satu program studi di USWIM harus unggul pada tahun 2029. Karena itu kami terus membangun kerja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya Tekege usai kegiatan.

Menurutnya, USWIM telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk universitas di China, IPDN, Universitas Nasional (UNAS), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia menjelaskan, seminar internasional tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama lebih luas dengan universitas di Australia, terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan bahasa daerah Papua.

“Kami berharap ke depan ada penelitian bersama terkait pengembangan bahasa daerah sekaligus kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Tekege menegaskan bahwa seminar tersebut juga mendukung implementasi regulasi daerah terkait pelestarian bahasa daerah Papua yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Menurutnya, bahasa daerah Papua terancam hilang apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat, keluarga, maupun pemerintah daerah.

“Kalau kita tidak peduli, suatu saat bahasa-bahasa itu akan hilang,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kurikulum bahasa daerah agar generasi muda memiliki ruang belajar yang jelas di sekolah.

Selain itu, USWIM juga berencana mendorong pengembangan seni dan musik berbasis bahasa ibu sebagai media pelestarian budaya Papua di kalangan anak muda. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jarak Pandang Menurun, Polres Mimika Minta Pengendara Lebih Hati-hati

13 Oktober 2026 - 11:42 WIB

IMG 20261013 WA0049

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Dekai Disergap, Polisi Sita Amunisi dan Senjata Tajam

13 Oktober 2026 - 11:36 WIB

IMG 20261013 WA0048

DPRK Mimika Perkuat Pemahaman Masyarakat soal Perlindungan UMKM OAP

13 Oktober 2026 - 11:24 WIB

IMG 20261013 WA0044

Kabut Asap Tebal Mulai Masuk Rumah Warga, Aktivitas Pagi di Tengah Ancaman Gangguan Kesehatan

13 Oktober 2026 - 11:21 WIB

IMG 20261013 WA0042

Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah

13 Oktober 2026 - 10:50 WIB

IMG 20261013 WA0429
Trending di Headline