NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) menggandeng Australian National University dan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar seminar internasional bertema pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Papua di era globalisasi.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional yakni Dr. Laura Arnold dari Australian National University dan Prof. Dr. Yohana Wembise dari Universitas Cenderawasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Satya Wiyata Mandala atau USWIM Nabire Papua Tengah Rabu, (13/4/2026)
Rektor USWIM, Dr. Petrus Tekege, SH. MH, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari strategi kampus dalam mengejar target peningkatan kualitas akademik menuju tahun 2029.
“Minimal satu program studi di USWIM harus unggul pada tahun 2029. Karena itu kami terus membangun kerja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya Tekege usai kegiatan.
Menurutnya, USWIM telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk universitas di China, IPDN, Universitas Nasional (UNAS), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia menjelaskan, seminar internasional tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama lebih luas dengan universitas di Australia, terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan bahasa daerah Papua.
“Kami berharap ke depan ada penelitian bersama terkait pengembangan bahasa daerah sekaligus kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan,” katanya.
Tekege menegaskan bahwa seminar tersebut juga mendukung implementasi regulasi daerah terkait pelestarian bahasa daerah Papua yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, bahasa daerah Papua terancam hilang apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat, keluarga, maupun pemerintah daerah.
“Kalau kita tidak peduli, suatu saat bahasa-bahasa itu akan hilang,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kurikulum bahasa daerah agar generasi muda memiliki ruang belajar yang jelas di sekolah.
Selain itu, USWIM juga berencana mendorong pengembangan seni dan musik berbasis bahasa ibu sebagai media pelestarian budaya Papua di kalangan anak muda. (MB)







