Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua

Etty Welerbadge-check


					USWIM Gandeng ANU dan Uncen Gelar Seminar Internasional Pelestarian Bahasa Daerah Papua Perbesar

NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) menggandeng Australian National University dan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar seminar internasional bertema pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Papua di era globalisasi.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional yakni Dr. Laura Arnold dari Australian National University dan Prof. Dr. Yohana Wembise dari Universitas Cenderawasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Satya Wiyata Mandala atau USWIM Nabire Papua Tengah Rabu, (13/4/2026)

Rektor USWIM, Dr. Petrus Tekege, SH. MH, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari strategi kampus dalam mengejar target peningkatan kualitas akademik menuju tahun 2029.

“Minimal satu program studi di USWIM harus unggul pada tahun 2029. Karena itu kami terus membangun kerja sama, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya Tekege usai kegiatan.

Menurutnya, USWIM telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk universitas di China, IPDN, Universitas Nasional (UNAS), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia menjelaskan, seminar internasional tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama lebih luas dengan universitas di Australia, terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan bahasa daerah Papua.

“Kami berharap ke depan ada penelitian bersama terkait pengembangan bahasa daerah sekaligus kerja sama dalam penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Tekege menegaskan bahwa seminar tersebut juga mendukung implementasi regulasi daerah terkait pelestarian bahasa daerah Papua yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Menurutnya, bahasa daerah Papua terancam hilang apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat, keluarga, maupun pemerintah daerah.

“Kalau kita tidak peduli, suatu saat bahasa-bahasa itu akan hilang,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kurikulum bahasa daerah agar generasi muda memiliki ruang belajar yang jelas di sekolah.

Selain itu, USWIM juga berencana mendorong pengembangan seni dan musik berbasis bahasa ibu sebagai media pelestarian budaya Papua di kalangan anak muda. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Baru Potowaiburu, Buka Akses dan Pacu Ekonomi Pesisir

25 Oktober 2026 - 14:25 WIB

IMG 20261025 232521

IPMANAPANDODE Bekali 45 Anggota Baru Lewat Seminar dan Orientasi 

25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

IMG 20261025 WA0022

Rencana Pencurian Berujung Kekerasan Seksual, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261025 WA0018
Trending di Hukrim