DEIYAI – Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT) melaksanakan kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Kabupaten Deiyai yang dipusatkan di Aula Aweida, Klasis Tigi Utara Koordinator Deiyai, pada 9–11 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penjaringan Aspirasi MRP Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Deiyai” dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, harapan, serta usulan pembangunan kepada MRP Papua Tengah sebagai representasi kultur Orang Asli Papua.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Suku Niel Agapa, Kepala Desa Widimei, tokoh adat Yulianus Douw, tokoh agama, tokoh perempuan, pimpinan gereja, pemuda, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Deiyai.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota MRP Papua Tengah dari Pokja Adat, Melina Edowai, S.E., menerima secara langsung berbagai aspirasi masyarakat terkait pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, keamanan, hingga pembangunan daerah di Kabupaten Deiyai.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat asli Papua.
Pada pelaksanaan kegiatan itu, Melina Edowai turut didampingi Kepala Bagian Umum MRP Papua Tengah, Ferdinand Madai, S.Sos., dalam mendengarkan serta menampung berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan secara terbuka.
Melina Edowai menyampaikan bahwa seluruh masukan, keluhan, dan harapan masyarakat akan diterima, ditampung, serta dicatat secara resmi oleh MRP Papua Tengah untuk selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Deiyai.
“Aspirasi masyarakat ini akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan, hingga pembangunan daerah merupakan suara rakyat yang harus didengar dan diperjuangkan bersama demi kemajuan Kabupaten Deiyai dan kesejahteraan masyarakat asli Papua.
Selain itu, Melina Edowai berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat menghadirkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke kampung-kampung dan distrik-distrik di Kabupaten Deiyai.
Dalam dialog tersebut, masyarakat juga meminta pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat serta menjaga keberlangsungan adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan penjaringan aspirasi berlangsung penuh antusias dan dialog terbuka, di mana masyarakat diberikan ruang untuk berbicara dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak MRP Papua Tengah.
Melalui kegiatan ini, MRP Papua Tengah diharapkan dapat menjadi jembatan penyambung suara rakyat kepada pemerintah demi mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berpihak kepada masyarakat asli Papua. (SK)







