Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Ramai Pabrik Miras Lokal Ilegal, Pemkab Mimika Desak Aparat Tingkat Bawah Perketat Pengawasan

Etty Welerbadge-check


					Ramai Pabrik Miras Lokal Ilegal, Pemkab Mimika Desak Aparat Tingkat Bawah Perketat Pengawasan Perbesar

TIMIKA – Temuan aktivitas produksi minuman keras (miras) ilegal di kawasan hutan, seperti yang baru-baru ini terungkap di wilayah SP 5, memicu reaksi tegas dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

Aparatur di tingkat bawah, mulai dari Kepala Distrik hingga Ketua RT, diminta tidak kecolongan dan lebih peka terhadap kondisi wilayahnya.

​Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, menegaskan bahwa keberadaan tempat produksi miras tersembunyi di tengah hutan merupakan ancaman serius yang harus dihentikan segera.

“Ancaman ini ada di mana-mana, termasuk yang disebutkan di SP 5 kemudian Mapurujaya. Jadi aparat setempat berkewajiban untuk mengetahui kondisi riil di lapangan setiap harinya,” tegasnya.

Ia meminta para pejabat setempat untuk bertindak proaktif memberikan rasa nyaman kepada warga.

“Jika ada kegiatan kelompok tertentu sebagai penyedia miras, aparat setempat wajib melakukan tindakan dan segera melaporkannya kepada pihak penegak hukum,” imbuhnya.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah narkoba, karena menurut Fransiskus apabila tidak dilakukan penindakan maka yang akan menjadi korban adalah generasi.

“Seperti narkoba yang tadi dimusnahkan.
​Ini menjadi perhatian Polres terutama, tapi juga akan menjadi atensi pemerintah daerah dalam hal untuk menindaklanjuti apa yang menjadi kejadian hari ini. Karena kalau tidak dilakukan di hari ini, maka pasti yang menjadi korban permanen adalah anak-anak kita, generasi yang di bawah,”katanya.

Menurutnya,​ generasi ini adalah investasi masa depan, oleh karena itu mulai sekarang baik pemerintah daerah, masyarakat, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan harus ekstra kerja keras untuk pemberantasan terhadap bahaya dan ancaman narkoba.

“Ini akan kami laporkan ke pemerintah daerah untuk menjadi atensi,”ujarnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Calon Anggota BPK Bakal Diuji Komite IV DPD RI Akhir September

12 September 2026 - 05:54 WIB

FB IMG

Ketua Komite IV DPD RI Apresiasi Program Pembukaan Rekening untuk 200 Juta Warga, BPD Jangan Ditinggalkan

12 September 2026 - 05:49 WIB

Q

Mama Makdalena Masih Membaca di Usia 56 Tahun, Jadi Tamparan bagi Kemalasan Anak Muda

11 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260911 WA0015

Penyulutan Obor Prasetya Tandai Peringatan HUT ke-81 RRI di Nabire

11 September 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260911 WA0002

Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare

11 September 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260911 WA0001
Trending di Headline