Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Sebaran Video Provokatif, Pj Sekda Puncak Minta Warga Tidak Terhasut dan Aparat Tindak Penyebar Hoaks

Etty Welerbadge-check


					Sebaran Video Provokatif, Pj Sekda Puncak Minta Warga Tidak Terhasut dan Aparat Tindak Penyebar Hoaks Perbesar

TIMIKA – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, secara tegas mengklarifikasi beredarnya video provokatif yang menyeret namanya dan dinilai memuat informasi tidak benar.

Klarifikasi tersebut disampaikan pada Minggu (12/4/2026), menanggapi pernyataan sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok dari kubu Dang-Wamang yang disampaikan melalui video oleh
Nagatione Yolemal bersama kelompoknya.

Dalam video tersebut, kata Nenu, dirinya dituding sebagai penyebab berbagai persoalan. Pernyataan itu disampaikan dalam bahasa suku Damal dan dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya menegaskan bahwa informasi provokatif yang disampaikan melalui video tersebut tidak benar. Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Puncak dan Mimika agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran pemerintah, baik dari Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Puncak, maupun Kabupaten Mimika, selama ini bertujuan untuk meredam konflik dan mendamaikan masyarakat yang terlibat perang suku di Kwamki Narama.

Menurutnya, konflik yang berlangsung sejak 2025 hingga 2026 tersebut telah ditangani melalui pendekatan adat. Kedua belah pihak telah dipertemukan dan sepakat berdamai, termasuk menjalankan proses adat seperti pembayaran denda (bayar kepala).

“Secara adat, persoalan ini sudah diselesaikan. Pemerintah juga telah menegaskan agar tidak ada lagi perang suku di kemudian hari,” jelasnya.

Namun demikian, ia menyayangkan adanya pernyataan dari kelompok tertentu yang justru mengancam akan kembali melakukan aksi kekerasan apabila aparat keamanan masuk ke wilayah tersebut.
Selain itu, muncul pula tudingan yang menyebut seluruh konflik sebagai akibat dari dirinya selaku Pj Sekda Puncak.

Menanggapi hal tersebut, Nenu menegaskan bahwa perang suku tidak memberikan manfaat, bahkan telah menimbulkan korban jiwa. Ia menyebutkan, konflik di Kwamki Narama telah menyebabkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia.

“Pemerintah hadir untuk mendamaikan, bukan memprovokasi. Jangan ada lagi korban akibat konflik,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas oknum penyebar informasi hoaks tersebut dan telah melaporkannya secara resmi kepada aparat kepolisian, termasuk Polda Papua Tengah dan Polres Mimika.

“Kami meminta aparat untuk segera menindak oknum yang menyebarkan informasi tidak benar karena dapat memancing emosi masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik baru,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Nenu mengaku dirugikan secara pribadi maupun sebagai pejabat daerah karena nama baiknya tercemar.
Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

“Mari kita jaga situasi tetap aman dan damai. Pemerintah dan aparat keamanan sudah melarang perang suku dalam bentuk apa pun. Proses adat silakan berjalan, tetapi tidak boleh ada konflik susulan,” katanya.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan sangat penting agar aktivitas masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, dapat berjalan dengan baik.

“Jangan sebarkan informasi yang dapat membuat masyarakat resah. Mari bersama-sama menjaga kedamaian,” tutupnya.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak dan pihak keamanan di Kwamki Narama agar masyarakat tidak lagi merasa takut untuk beraktifitas seperti biasa. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711

Personel Polres Mimika Raih Kompolnas Awards 2026, Dedikasi di Wilayah Konflik Berbuah Penghargaan

21 September 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260921 182730
Trending di Headline