Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Bupati Mimika Pastikan Tak Ada Rencana Pemberhentian Massal PPPK

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mimika Pastikan Tak Ada Rencana Pemberhentian Massal PPPK Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menanggapi isu rencana pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mencuat di sejumlah daerah belakangan ini.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan terkait pemberhentian massal PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Menurutnya, pemerintah daerah justru baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK.

“PPPK ini dibiayai oleh kabupaten. Selama kemampuan keuangan daerah mencukupi, tidak menjadi persoalan. Sampai saat ini kondisi kita masih aman, jadi tidak ada dampak terhadap PPPK,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (30/03/2026).

Johannes menekankan bahwa kebijakan terkait PPPK sangat bergantung pada kemampuan masing-masing daerah. Ia menyebutkan, berbeda dengan sejumlah daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Mimika masih mampu memenuhi kewajiban pembiayaan PPPK.

Meski demikian, evaluasi kinerja tetap menjadi perhatian. Ia menegaskan, PPPK yang tidak menjalankan tugas dengan baik, melanggar disiplin, atau tidak menjaga integritas tetap berpotensi diberhentikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun, sesuai dengan surat keputusan (SK) yang berlaku. Hal ini berbeda dengan beberapa daerah lain yang menetapkan masa kontrak hanya satu tahun.

“Kalau ada pemberhentian, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih pada faktor disiplin dan kinerja. Selama mereka bekerja dengan baik, tidak ada masalah,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News