Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret Jelang Idul Fitri, Ketua DPD RI Serukan Penahanan Diri di Tengah Konflik Global

Headline

Perdebatan Pilkada Langsung vs DPRD, Ini Pandangan Pj Sekda Puncak tentang Arah Demokrasi Indonesia 

Etty Welerbadge-check


					Perdebatan Pilkada Langsung vs DPRD, Ini Pandangan Pj Sekda Puncak tentang Arah Demokrasi Indonesia  Perbesar

Timika, Puncak – Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada), apakah tetap dilakukan secara langsung atau melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kembali mencuat. Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menilai isu tersebut berkaitan erat dengan masa depan demokrasi Indonesia.

Menurut Nenu Tabuni, demokrasi di Indonesia lahir dari proses panjang, terutama sejak era reformasi 1998 yang membuka ruang partisipasi publik. Salah satu tonggaknya adalah penerapan Pilkada langsung sejak 2005, yang memberikan kewenangan kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya.

“Pilkada langsung menjadi simbol kedaulatan rakyat. Masyarakat tidak lagi menjadi objek, tetapi subjek dalam menentukan arah kepemimpinan daerah,” ujarnya dalam sebuah pernyataan tertulis yang dikirimkan ke media Piyosnews.

Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam praktiknya, Pilkada langsung masih menghadapi sejumlah tantangan. Biaya politik yang tinggi dinilai memicu praktik tidak sehat seperti politik uang, serta meningkatkan potensi polarisasi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, wacana mengembalikan mekanisme pemilihan melalui DPRD juga dinilai memiliki kelebihan, terutama dari segi efisiensi dan rasionalitas politik. Anggota DPRD dianggap memiliki kapasitas untuk menilai calon pemimpin secara lebih objektif.

Meski begitu, sistem perwakilan tersebut juga tidak lepas dari risiko, seperti potensi oligarki, transaksi politik, dan berkurangnya partisipasi publik.

“Perdebatan ini seharusnya tidak hanya berhenti pada pilihan langsung atau melalui DPRD, tetapi bagaimana merancang sistem yang mampu menggabungkan kelebihan keduanya,” kata Nenu.

Ia menekankan pentingnya membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substansial, yakni mampu menghasilkan kepemimpinan yang bersih, efektif, dan berpihak pada rakyat.

Untuk itu, ia mendorong sejumlah langkah perbaikan ke depan, di antaranya memperbaiki sistem pembiayaan politik agar lebih transparan, memperkuat peran partai politik sebagai lembaga kaderisasi, meningkatkan literasi politik masyarakat, serta memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran demokrasi.

Lebih lanjut, Nenu menilai demokrasi Indonesia saat ini masih berada dalam tahap menuju kematangan. Oleh karena itu, setiap perubahan sistem, termasuk Pilkada, harus didasarkan pada kajian mendalam dan visi jangka panjang.

“Demokrasi bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Yang terpenting adalah bagaimana sistem yang ada mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas dan bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh mekanisme Pilkada, tetapi oleh kemampuan membangun sistem politik yang berintegritas, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Terus Siaga Melayani Kebutuhan Energi saat Libur Panjang Perayaan Paskah di Papua dan Maluku

4 April 2026 - 22:42 WIB

IMG 20260403 WA0160

Ucapkan Selamat Paskah, Menag Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa

4 April 2026 - 21:57 WIB

IMG 20260404 WA0008

Ikut Pawai Obor Sambut Fajar Paskah, Bupati Deiyai Ajak Masyarakat Bangkit dalam Iman dan Persatuan

4 April 2026 - 21:53 WIB

IMG 20260405 WA0015

Semarak Obor Warnai Puncak Perayaan Paskah di Timika

4 April 2026 - 21:42 WIB

IMG 20260405 WA0006

Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang

4 April 2026 - 21:35 WIB

IMG 20260405 WA0001
Trending di Headline