Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak PSN dan Militerisme

Etty Welerbadge-check


					Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak PSN dan Militerisme Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi damai mimbar bebas di Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Papua Tengah, pada Kamis, 20 Februari 2026. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT ini berlangsung aman, damai, dan tertib hingga selesai.

Aksi tersebut mengusung tema “Cabut PSN, Tolak Militerisme dan Investasi”. Dalam orasinya, massa menilai keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN), peningkatan operasi militer, serta ekspansi investasi di Tanah Papua berdampak serius terhadap masyarakat adat dan warga sipil.

Img 20260220 wa0008

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menegaskan bahwa sejak Papua menjadi wilayah sengketa, berbagai bentuk kekerasan terhadap warga sipil disebut terjadi secara masif, mulai dari pembunuhan di luar hukum, penganiayaan, pemerkosaan, hingga perampasan tanah adat.

Mereka juga menyoroti meningkatnya jumlah pengungsi internal akibat operasi militer yang memaksa warga meninggalkan kampung halaman dan hidup di hutan, sehingga memicu masalah kesehatan, kelaparan, dan trauma psikologis.

Selain itu, keberadaan aparat bersenjata lengkap dinilai menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat sipil serta memicu konflik sosial, terutama terkait pengambilan tanah adat tanpa persetujuan masyarakat. Dampak lanjutan juga dirasakan pada sektor ekonomi dan sosial karena warga tidak dapat berkebun dan beraktivitas secara normal.

Img 20260220 wa0009

Aksi tersebut turut menyinggung kebijakan PSN yang direncanakan pada masa pemerintahan Joko Widodo, termasuk pengembangan pangan dan energi di Merauke. Massa menyebut proyek penanaman tebu dan kebijakan pembentukan satuan tugas swasembada gula bioetananol—dengan ketua satgas Bahlil Lahadalia —berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan merusak hutan adat.

Img 20260220 wa0011

Dalam tuntutannya, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan 18 poin sikap, di antaranya: menghentikan pendropan militer di sejumlah wilayah Papua, menghentikan kekerasan terhadap warga sipil, menolak penggunaan fasilitas publik sebagai pos militer, menghentikan perampasan tanah adat dan pembabatan hutan, menolak PSN yang merusak lingkungan, menuntut pengusutan tuntas pelanggaran HAM berat di Papua, menolak eksploitasi sumber daya alam tertentu, menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB), serta mendesak pemerintah daerah mencabut izin perusahaan ilegal maupun legal yang beroperasi di Papua Tengah.

Img 20260220 wa0022

Aksi ditutup dengan penegasan agar pemerintah memberikan ruang kebebasan bagi jurnalis di Tanah Papua serta menghentikan intimidasi dan penangkapan yang dinilai sewenang-wenang.

Aksi damai tersebut dikoordinatori oleh Marius Petege dan berlangsung tanpa insiden hingga massa membubarkan diri. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016

Perkuat Pelayanan hingga Wilayah Distrik, Kapolres Mimika Berkunjung ke Agimuga

6 November 2026 - 05:31 WIB

IMG 20261106 143115

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042
Trending di News