Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak PSN dan Militerisme

Etty Welerbadge-check


					Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak PSN dan Militerisme Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi damai mimbar bebas di Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Papua Tengah, pada Kamis, 20 Februari 2026. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT ini berlangsung aman, damai, dan tertib hingga selesai.

Aksi tersebut mengusung tema “Cabut PSN, Tolak Militerisme dan Investasi”. Dalam orasinya, massa menilai keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN), peningkatan operasi militer, serta ekspansi investasi di Tanah Papua berdampak serius terhadap masyarakat adat dan warga sipil.

Img 20260220 wa0008

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menegaskan bahwa sejak Papua menjadi wilayah sengketa, berbagai bentuk kekerasan terhadap warga sipil disebut terjadi secara masif, mulai dari pembunuhan di luar hukum, penganiayaan, pemerkosaan, hingga perampasan tanah adat.

Mereka juga menyoroti meningkatnya jumlah pengungsi internal akibat operasi militer yang memaksa warga meninggalkan kampung halaman dan hidup di hutan, sehingga memicu masalah kesehatan, kelaparan, dan trauma psikologis.

Selain itu, keberadaan aparat bersenjata lengkap dinilai menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat sipil serta memicu konflik sosial, terutama terkait pengambilan tanah adat tanpa persetujuan masyarakat. Dampak lanjutan juga dirasakan pada sektor ekonomi dan sosial karena warga tidak dapat berkebun dan beraktivitas secara normal.

Img 20260220 wa0009

Aksi tersebut turut menyinggung kebijakan PSN yang direncanakan pada masa pemerintahan Joko Widodo, termasuk pengembangan pangan dan energi di Merauke. Massa menyebut proyek penanaman tebu dan kebijakan pembentukan satuan tugas swasembada gula bioetananol—dengan ketua satgas Bahlil Lahadalia —berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan merusak hutan adat.

Img 20260220 wa0011

Dalam tuntutannya, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan 18 poin sikap, di antaranya: menghentikan pendropan militer di sejumlah wilayah Papua, menghentikan kekerasan terhadap warga sipil, menolak penggunaan fasilitas publik sebagai pos militer, menghentikan perampasan tanah adat dan pembabatan hutan, menolak PSN yang merusak lingkungan, menuntut pengusutan tuntas pelanggaran HAM berat di Papua, menolak eksploitasi sumber daya alam tertentu, menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB), serta mendesak pemerintah daerah mencabut izin perusahaan ilegal maupun legal yang beroperasi di Papua Tengah.

Img 20260220 wa0022

Aksi ditutup dengan penegasan agar pemerintah memberikan ruang kebebasan bagi jurnalis di Tanah Papua serta menghentikan intimidasi dan penangkapan yang dinilai sewenang-wenang.

Aksi damai tersebut dikoordinatori oleh Marius Petege dan berlangsung tanpa insiden hingga massa membubarkan diri. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Ungkap Pembunuhan di Kamar Kos Jalan Kelimutu, Terduga Pelaku Diamankan

21 September 2026 - 01:13 WIB

IMG 20260921 WA0004

Turnamen Mini Soccer Pangkoops Habema Cup 2026 Resmi Bergulir, Semarakkan HUT ke-81 TNI di Mimika

21 September 2026 - 01:04 WIB

IMG 20260921 095857

Gereja Baru Berdiri di Aras, 43 KK Kini Tak Perlu Jauh Beribadah

21 September 2026 - 00:48 WIB

IMG 20260921 094800

Dinilai Melanggar Kode Etik Jurnalistik, Oknum Pimpinan Media Online Dilaporkan Bupati Johannes Rettob ke Polres Mimika 

21 September 2026 - 00:38 WIB

IMG 20260920 WA0037

Tawuran di Jalan WR Supratman Dibubarkan, Lima Pemuda Diamankan

20 September 2026 - 09:40 WIB

IMG 20260920 WA0016
Trending di Headline