Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

Etty Welerbadge-check


					Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan Perbesar

TIMIKA – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Tiga Raja untuk mengikuti misa Rabu Abu yang menandai awal masa Prapaskah, Rabu (18/2/2026). Dalam perayaan tersebut, umat menerima abu yang dibubuhkan di dahi oleh imam sebagai tanda salib. Penerimaan abu menjadi simbol pertobatan sekaligus pengingat akan kerendahan dan kerapuhan manusia di hadapan Tuhan.

Misa Rabu Abu juga menjadi awal masa puasa dan pantang selama 40 hari menjelang Paskah, yang dijalani sebagai bentuk pertobatan dan komitmen untuk mengalami perubahan hidup.

Pastor Beni Magai dalam homilinya yang mengacu pada Injil Matius menjelaskan bahwa dalam tradisi Gereja Katolik, Rabu Abu memiliki dua makna penting. Pertama, sebagai tanda dimulainya masa Prapaskah selama 40 hari sebelum Paskah. Kedua, sebagai momen ibadah dan puasa yang melambangkan perkabungan, pertobatan, serta kerendahan hati dalam menyongsong kebangkitan Kristus.

“Maka ada pertanyaan, untuk apa saya dan Anda berpuasa dan bertobat? Kalau tidak punya tujuan dan intensi, lebih baik tidak usah. Karena orang berpuasa, berpantang dan bertobat pasti ada tujuan yang mau dicapai,” ujar Pastor Beni.

Ia menegaskan, tujuan utama dari Rabu Abu adalah bersama Yesus meraih kemerdekaan sejati, yakni merdeka dari dosa, kelemahan, kerapuhan, dan kesombongan. Melalui pengorbanan Kristus, umat diajak untuk menguburkan hal-hal lama yang negatif dan bangkit dalam semangat pembaruan.

Menurutnya, abu yang diterima di dahi menjadi tanda bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh, namun tetap memiliki harapan karena Tuhan senantiasa memberi kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
Dalam penjelasannya, Pastor Beni juga mengutip bacaan Kitab Suci yang menekankan pentingnya pertobatan dari hati.

“Koyakkanlah hatimu dan bukan pakaianmu,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Tuhan tidak melihat penampilan luar, melainkan hati yang sungguh-sungguh mau berubah.

Ia mengingatkan agar praktik puasa dan pantang tidak dijadikan ajang pamer atau “kampanye” kesalehan. Semua itu, kata dia, merupakan refleksi pribadi dalam membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan dan sesama.

Puasa diartikan sebagai mengurangi porsi makan dan minum, sementara pantang adalah menahan diri dari hal-hal berlebihan yang dapat mengganggu kehidupan iman, seperti kebiasaan merokok, berjudi, bergosip, maupun pengeluaran yang tidak perlu.

“Dari bacaan-bacaan hari ini ada beberapa pesan yang bisa kita renungkan selama 40 hari menyongsong misteri Paskah. Pertama, bertobat dari hal-hal lama yang mengganggu kedekatan dengan Tuhan dan sesama. Kedua, berpuasa dan berpantang. Dan terakhir, berkomitmen untuk perubahan. Puasa dan pantang dibuat supaya ada perubahan,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016

Perkuat Pelayanan hingga Wilayah Distrik, Kapolres Mimika Berkunjung ke Agimuga

6 November 2026 - 05:31 WIB

IMG 20261106 143115

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042
Trending di News