Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

Etty Welerbadge-check


					Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan Perbesar

TIMIKA – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Tiga Raja untuk mengikuti misa Rabu Abu yang menandai awal masa Prapaskah, Rabu (18/2/2026). Dalam perayaan tersebut, umat menerima abu yang dibubuhkan di dahi oleh imam sebagai tanda salib. Penerimaan abu menjadi simbol pertobatan sekaligus pengingat akan kerendahan dan kerapuhan manusia di hadapan Tuhan.

Misa Rabu Abu juga menjadi awal masa puasa dan pantang selama 40 hari menjelang Paskah, yang dijalani sebagai bentuk pertobatan dan komitmen untuk mengalami perubahan hidup.

Pastor Beni Magai dalam homilinya yang mengacu pada Injil Matius menjelaskan bahwa dalam tradisi Gereja Katolik, Rabu Abu memiliki dua makna penting. Pertama, sebagai tanda dimulainya masa Prapaskah selama 40 hari sebelum Paskah. Kedua, sebagai momen ibadah dan puasa yang melambangkan perkabungan, pertobatan, serta kerendahan hati dalam menyongsong kebangkitan Kristus.

“Maka ada pertanyaan, untuk apa saya dan Anda berpuasa dan bertobat? Kalau tidak punya tujuan dan intensi, lebih baik tidak usah. Karena orang berpuasa, berpantang dan bertobat pasti ada tujuan yang mau dicapai,” ujar Pastor Beni.

Ia menegaskan, tujuan utama dari Rabu Abu adalah bersama Yesus meraih kemerdekaan sejati, yakni merdeka dari dosa, kelemahan, kerapuhan, dan kesombongan. Melalui pengorbanan Kristus, umat diajak untuk menguburkan hal-hal lama yang negatif dan bangkit dalam semangat pembaruan.

Menurutnya, abu yang diterima di dahi menjadi tanda bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh, namun tetap memiliki harapan karena Tuhan senantiasa memberi kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
Dalam penjelasannya, Pastor Beni juga mengutip bacaan Kitab Suci yang menekankan pentingnya pertobatan dari hati.

“Koyakkanlah hatimu dan bukan pakaianmu,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa Tuhan tidak melihat penampilan luar, melainkan hati yang sungguh-sungguh mau berubah.

Ia mengingatkan agar praktik puasa dan pantang tidak dijadikan ajang pamer atau “kampanye” kesalehan. Semua itu, kata dia, merupakan refleksi pribadi dalam membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan dan sesama.

Puasa diartikan sebagai mengurangi porsi makan dan minum, sementara pantang adalah menahan diri dari hal-hal berlebihan yang dapat mengganggu kehidupan iman, seperti kebiasaan merokok, berjudi, bergosip, maupun pengeluaran yang tidak perlu.

“Dari bacaan-bacaan hari ini ada beberapa pesan yang bisa kita renungkan selama 40 hari menyongsong misteri Paskah. Pertama, bertobat dari hal-hal lama yang mengganggu kedekatan dengan Tuhan dan sesama. Kedua, berpuasa dan berpantang. Dan terakhir, berkomitmen untuk perubahan. Puasa dan pantang dibuat supaya ada perubahan,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline