JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, meminta pemerintah daerah setempat untuk segera membantu para pengungsi serta menjamin layanan pendidikan dan kesehatan tetap berjalan pascainsiden penembakan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Ribka Haluk mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Papua Selatan untuk menangani para pengungsi yang berasal dari Distrik Yaniruma. Pengungsian ini terjadi setelah insiden penembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu pada Rabu, 11 Februari 2026.
Akibat peristiwa tersebut, warga Distrik Yaniruma mengungsi ke Ibu Kota Tanah Merah melalui Distrik Citakmitak di Kabupaten Mappi. Para pengungsi terdiri dari tenaga kesehatan, guru, hingga pegawai distrik.
“Kami telah meminta Gubernur Papua Selatan, Bupati Boven Digoel, dan Bupati Mappi untuk membantu para pengungsi,” ujar Ribka Haluk, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Ribka, permintaan tersebut telah direspons oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, yang menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi.
Selain penanganan pengungsi, Ribka juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah untuk menjamin keamanan serta keberlangsungan pelayanan kemasyarakatan di wilayah yang terdampak insiden penembakan.
Secara khusus, Ribka yang juga merupakan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua meminta perhatian dari Gubernur Papua Selatan, Gubernur Papua Pegunungan, serta para bupati di Boven Digoel, Mappi, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.
Ia menjelaskan, Distrik Yaniruma, Kombay, dan Koroway yang menjadi lokasi terjadinya penembakan merupakan wilayah perbatasan yang bersinggungan langsung dengan Kampung Senggo di Kabupaten Mappi serta wilayah Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang di Provinsi Papua Pegunungan.
“Dengan dukungan aparat keamanan, diharapkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penerbangan dapat kembali berjalan efektif di wilayah tersebut,” kata Ribka.
Ia menambahkan, selain membantu warga yang mengungsi, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan kembali tenaga kesehatan dan guru untuk melayani masyarakat yang memilih tetap tinggal di wilayah terdampak.
“Kami berharap pemerintah daerah hadir di sana, menyiapkan tenaga kesehatan dan guru, terutama dari masyarakat setempat,” ujarnya.
Ribka menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pascainsiden sangat penting untuk memberikan rasa aman, sekaligus memastikan roda pelayanan publik—termasuk penerbangan, kesehatan, dan pendidikan—dapat kembali berjalan secara normal. (MB)






