NABIRE – Kepala Suku Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Muyapa, S.IP, mendesak penyelesaian segera atas bentrokan yang terjadi di wilayah Kapiraya dan melibatkan warga Suku Mee dengan Suku Kamoro.
Dalam pernyataannya, Kamis (13/2/2026), Melkias menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah serta para tokoh adat guna mencegah konflik meluas dan menimbulkan korban tambahan.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Deiyai tidak menunda penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, koordinasi lintas daerah bersama para kepala suku dan anggota DPRK dari kedua wilayah sangat diperlukan untuk menghadirkan solusi damai.
“Kami berharap persoalan di Kapiraya ini segera diselesaikan agar tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak,” ujarnya.
Melkias juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Ia menilai narasi provokatif hanya akan memperkeruh keadaan dan menghambat proses perdamaian.
Menurutnya, hubungan antara Suku Mee dan Suku Kamoro selama ini telah terjalin baik dan dilandasi nilai persaudaraan sejak lama. Karena itu, ia menegaskan konflik yang terjadi saat ini tidak boleh merusak ikatan sosial yang telah dibangun turun-temurun.
Selain mendorong peran aktif pemerintah dan tokoh adat, Melkias turut meminta aparat keamanan meningkatkan pengawasan di wilayah terdampak serta memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik, demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Papua Tengah. (MB)









