Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Ketua PGGPT Desak Pemerintah Segera Selesaikan Tapal Batas Deiyai–Mimika, Serukan Damai dan Tolak Kekerasan

Etty Welerbadge-check


					Ketua PGGPT Desak Pemerintah Segera Selesaikan Tapal Batas Deiyai–Mimika, Serukan Damai dan Tolak Kekerasan Perbesar

NABIRE – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah (PGGPT), Pdt. Dr. Yance Nawipa, M.Th, menyampaikan himbauan resmi terkait situasi yang berkembang dalam persoalan tapal batas antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika yang berpotensi menimbulkan konflik dan korban dari kedua belah pihak.

Dalam pernyataan resminya kepada wartawan Rabu, (11/2/2026), Pdt. Yance Nawipa mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan dialog damai dan menahan diri dari segala bentuk tindakan kekerasan.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, aparat, dan semua pihak yang terlibat agar menahan diri, tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari penyebaran informasi yang memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa gereja menolak segala bentuk kekerasan dan konflik horizontal yang hanya akan melukai persaudaraan sesama anak negeri Papua. Mengutip Matius 5:9, ia mengingatkan, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Mendesak Pemerintah Bertindak Cepat

PGGPT juga secara tegas mendesak Pemerintah Pusat, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Mimika untuk segera mengambil langkah konkret, cepat, dan terukur dalam menyelesaikan persoalan tapal batas tersebut.

Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan secepatnya sebelum berjatuhan korban lainnya.

“Negara tidak boleh membiarkan konflik ini berlarut-larut. Pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, menjamin keamanan, serta menetapkan batas wilayah secara sah dan adil,” ujarnya.

PGGPT mendorong agar segera dilakukan dialog resmi yang difasilitasi pemerintah pusat dan daerah, penegasan batas berbasis data geospasial yang akurat, serta pelibatan tokoh adat dan tokoh agama sebagai penengah.

Hormati Hak Ulayat dan Kearifan Lokal

Dalam penyelesaiannya, gereja menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak ulayat dan struktur adat yang hidup di tengah masyarakat Papua.

Proses dialog, menurutnya, harus menghormati nilai budaya, mengedepankan musyawarah mufakat, serta menghindari pendekatan represif.

“Gereja siap menjadi mitra rekonsiliasi dalam menjembatani komunikasi antar pihak demi terciptanya damai yang bermartabat,” kata Pdt. Yance.

Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas

PGGPT mengingatkan bahwa konflik tapal batas bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keselamatan manusia.

Ia menyampaikan keprihatinan apabila persoalan batas wilayah berubah menjadi konflik sosial yang merugikan rakyat kecil, menghambat pembangunan, mengganggu pelayanan publik, dan mengorbankan generasi muda.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan politik maupun administratif,” tegasnya.

Seruan Moral Gereja

Sebagai bagian dari seruan moral, PGGPT mengajak para gembala untuk mendoakan dan menenangkan jemaat, kaum muda menjadi agen perdamaian, serta aparat keamanan bertindak profesional dan humanis.

“Gereja berdiri sebagai pembawa damai dan penjaga persatuan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Pdt. Yance Nawipa menyatakan keyakinannya bahwa melalui dialog yang difasilitasi pemerintah, disertai hikmat Tuhan dan keterlibatan tokoh adat serta tokoh agama, persoalan tapal batas Deiyai–Mimika dapat diselesaikan secara adil, bermartabat, dan membawa damai bagi seluruh masyarakat.

“Tuhan memberkati Papua Tengah,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline