Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

Ketua PGGPT Desak Pemerintah Segera Selesaikan Tapal Batas Deiyai–Mimika, Serukan Damai dan Tolak Kekerasan

Etty Welerbadge-check


					Ketua PGGPT Desak Pemerintah Segera Selesaikan Tapal Batas Deiyai–Mimika, Serukan Damai dan Tolak Kekerasan Perbesar

NABIRE – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah (PGGPT), Pdt. Dr. Yance Nawipa, M.Th, menyampaikan himbauan resmi terkait situasi yang berkembang dalam persoalan tapal batas antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika yang berpotensi menimbulkan konflik dan korban dari kedua belah pihak.

Dalam pernyataan resminya kepada wartawan Rabu, (11/2/2026), Pdt. Yance Nawipa mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan dialog damai dan menahan diri dari segala bentuk tindakan kekerasan.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, aparat, dan semua pihak yang terlibat agar menahan diri, tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari penyebaran informasi yang memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa gereja menolak segala bentuk kekerasan dan konflik horizontal yang hanya akan melukai persaudaraan sesama anak negeri Papua. Mengutip Matius 5:9, ia mengingatkan, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Mendesak Pemerintah Bertindak Cepat

PGGPT juga secara tegas mendesak Pemerintah Pusat, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Mimika untuk segera mengambil langkah konkret, cepat, dan terukur dalam menyelesaikan persoalan tapal batas tersebut.

Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan secepatnya sebelum berjatuhan korban lainnya.

“Negara tidak boleh membiarkan konflik ini berlarut-larut. Pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara, menjamin keamanan, serta menetapkan batas wilayah secara sah dan adil,” ujarnya.

PGGPT mendorong agar segera dilakukan dialog resmi yang difasilitasi pemerintah pusat dan daerah, penegasan batas berbasis data geospasial yang akurat, serta pelibatan tokoh adat dan tokoh agama sebagai penengah.

Hormati Hak Ulayat dan Kearifan Lokal

Dalam penyelesaiannya, gereja menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak ulayat dan struktur adat yang hidup di tengah masyarakat Papua.

Proses dialog, menurutnya, harus menghormati nilai budaya, mengedepankan musyawarah mufakat, serta menghindari pendekatan represif.

“Gereja siap menjadi mitra rekonsiliasi dalam menjembatani komunikasi antar pihak demi terciptanya damai yang bermartabat,” kata Pdt. Yance.

Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas

PGGPT mengingatkan bahwa konflik tapal batas bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keselamatan manusia.

Ia menyampaikan keprihatinan apabila persoalan batas wilayah berubah menjadi konflik sosial yang merugikan rakyat kecil, menghambat pembangunan, mengganggu pelayanan publik, dan mengorbankan generasi muda.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan politik maupun administratif,” tegasnya.

Seruan Moral Gereja

Sebagai bagian dari seruan moral, PGGPT mengajak para gembala untuk mendoakan dan menenangkan jemaat, kaum muda menjadi agen perdamaian, serta aparat keamanan bertindak profesional dan humanis.

“Gereja berdiri sebagai pembawa damai dan penjaga persatuan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Pdt. Yance Nawipa menyatakan keyakinannya bahwa melalui dialog yang difasilitasi pemerintah, disertai hikmat Tuhan dan keterlibatan tokoh adat serta tokoh agama, persoalan tapal batas Deiyai–Mimika dapat diselesaikan secara adil, bermartabat, dan membawa damai bagi seluruh masyarakat.

“Tuhan memberkati Papua Tengah,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline