JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengajak generasi muda Indonesia untuk semakin aktif mengemukakan gagasan, berinovasi, dan berperan nyata dalam pembangunan ekonomi serta sosial di daerah masing-masing.
Hal itu disampaikan Sultan saat menjadi pembicara dalam Youth Innovation Forum yang digelar di Jakarta, Minggu (8/2/2026). Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam memperkuat kreativitas dan daya saing bangsa di era global saat ini.
“Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet masa depan. Kita harus memastikan mereka tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi mampu memanfaatkan kreativitasnya untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sultan dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Sultan menekankan bahwa inovasi tidak sekadar soal ide, tetapi bagaimana gagasan tersebut dapat diimplementasikan dan membawa dampak nyata di lapangan khususnya di sektor usaha kecil menengah, teknologi, serta ekonomi hijau.
“Kita harus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas anak muda. Tidak ada satu pihak yang bisa berjalan sendiri,” kata Sultan.
Menurutnya, potensi besar generasi muda Indonesia telah terbukti banyak lahir dari daerah yang berhasil menciptakan usaha berbasis kreativitas, teknologi, dan pasar global. Namun demikian, dukungan dan ekosistem yang kondusif masih sangat dibutuhkan agar inovasi tersebut berkembang.
Sultan juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan dan pemerataan ekonomi di seluruh penjuru Indonesia.
“DPD RI akan terus mendorong program yang mendukung tumbuhnya inovasi di daerah mulai dari pelatihan, akses modal, hingga kemudahan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Kegiatan Youth Innovation Forum yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai provinsi ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk berbagi pengalaman, mempresentasikan gagasan usaha, hingga menjalin jaringan dengan pelaku usaha lainnya.
Diharapkan generasi muda dapat turut menyumbang pada percepatan pembangunan nasional tidak hanya di ibu kota tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.






