Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit

adminbadge-check


					Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit Perbesar

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pengembangan energi alternatif berbasis tanaman pangan, khususnya tebu dan singkong, sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan.

Wilhelmus menegaskan, Papua Tengah tidak seharusnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis pengembangan energi, mengingat dampak ekologis dan sosial yang berpotensi merugikan masyarakat adat serta kelestarian hutan Papua.

“Saya mendukung penuh arahan Presiden. Untuk Papua Tengah, sumber energi BBM seharusnya dikembangkan dari tebu dan singkong, bukan dari kelapa sawit. Jangan lagi membuka kebun sawit atas nama energi,” tegas Wilhelmus Pigai. Sabtu, (24/01/2025).

Ia meminta secara khusus kepada Gubernur Papua Tengah serta para bupati di delapan kabupaten agar kebijakan pembangunan energi di daerah sejalan dengan visi nasional, namun tetap berakar pada kearifan lokal dan perlindungan lingkungan hidup.

Menurut Wilhelmus, tebu dan singkong memiliki keunggulan strategis karena dapat diolah menjadi bioetanol, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal tanpa harus merusak hutan dan tanah ulayat.

Selain tebu dan singkong, Wilhelmus juga mendorong pengembangan sumber energi alternatif lain yang sesuai dengan karakteristik Papua Tengah, seperti:

  • Sagu, sebagai pangan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi bioenergi,
  • Jagung dan ubi jalar, yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mendukung ketahanan pangan,
  • serta energi terbarukan non-biofuel seperti tenaga surya dan mikrohidro, yang sangat relevan dengan kondisi geografis Papua.

“Papua Tengah punya banyak pilihan sumber energi yang berkelanjutan. Jangan korbankan hutan dan hak masyarakat adat hanya demi sawit. Energi harus dibangun dengan pendekatan keadilan ekologis dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Wilhelmus menegaskan, DPD RI akan terus mengawal kebijakan energi nasional agar implementasinya di daerah tidak menyimpang dari tujuan utama, yakni kemandirian energi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243

Hari Pertama Pelayanan Perlinsos di Deiyai, 500 Warga Jadi Sasaran Awal

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261020 WA0046

Pemuda Katolik Desak Pemprov, DPR, MRP dan Polda Papua Tengah Tertibkan Peredaran Miras

20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261020 WA0044

Pemkab Mimika Susun RAD TB 2026 – 2030, Perkuat Kolaborasi Tingkat Sektor

20 Oktober 2026 - 13:35 WIB

IMG 20261020 WA0042
Trending di Headline