Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit

adminbadge-check


					Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit Perbesar

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pengembangan energi alternatif berbasis tanaman pangan, khususnya tebu dan singkong, sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan.

Wilhelmus menegaskan, Papua Tengah tidak seharusnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis pengembangan energi, mengingat dampak ekologis dan sosial yang berpotensi merugikan masyarakat adat serta kelestarian hutan Papua.

“Saya mendukung penuh arahan Presiden. Untuk Papua Tengah, sumber energi BBM seharusnya dikembangkan dari tebu dan singkong, bukan dari kelapa sawit. Jangan lagi membuka kebun sawit atas nama energi,” tegas Wilhelmus Pigai. Sabtu, (24/01/2025).

Ia meminta secara khusus kepada Gubernur Papua Tengah serta para bupati di delapan kabupaten agar kebijakan pembangunan energi di daerah sejalan dengan visi nasional, namun tetap berakar pada kearifan lokal dan perlindungan lingkungan hidup.

Menurut Wilhelmus, tebu dan singkong memiliki keunggulan strategis karena dapat diolah menjadi bioetanol, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal tanpa harus merusak hutan dan tanah ulayat.

Selain tebu dan singkong, Wilhelmus juga mendorong pengembangan sumber energi alternatif lain yang sesuai dengan karakteristik Papua Tengah, seperti:

  • Sagu, sebagai pangan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi bioenergi,
  • Jagung dan ubi jalar, yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mendukung ketahanan pangan,
  • serta energi terbarukan non-biofuel seperti tenaga surya dan mikrohidro, yang sangat relevan dengan kondisi geografis Papua.

“Papua Tengah punya banyak pilihan sumber energi yang berkelanjutan. Jangan korbankan hutan dan hak masyarakat adat hanya demi sawit. Energi harus dibangun dengan pendekatan keadilan ekologis dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Wilhelmus menegaskan, DPD RI akan terus mengawal kebijakan energi nasional agar implementasinya di daerah tidak menyimpang dari tujuan utama, yakni kemandirian energi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266

Perkuat Layanan Masyarakat, Kadis Kominfo Deiyai Salurkan Tiga Unit Starlink Kepada Warga Wagomani 

14 Februari 2026 - 15:13 WIB

Img 20260214 wa0282

Bupati dan Pemilik Tanah Buka Kembali Akses Jalan Petrosea Tembus Bandara Mozes Kilangin, Pastor Ibrani Gwijangge Memberkati Jalan 

14 Februari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260214 222928 gallery

DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat

14 Februari 2026 - 03:57 WIB

Img 20260213 wa0045 3361434797
Trending di News