Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit

adminbadge-check


					Wilhelmus Pigai Dukung Arahan Presiden: BBM Papua Tengah Harus Berbasis Tebu dan Singkong, Bukan Sawit Perbesar

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pengembangan energi alternatif berbasis tanaman pangan, khususnya tebu dan singkong, sebagai sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan.

Wilhelmus menegaskan, Papua Tengah tidak seharusnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis pengembangan energi, mengingat dampak ekologis dan sosial yang berpotensi merugikan masyarakat adat serta kelestarian hutan Papua.

“Saya mendukung penuh arahan Presiden. Untuk Papua Tengah, sumber energi BBM seharusnya dikembangkan dari tebu dan singkong, bukan dari kelapa sawit. Jangan lagi membuka kebun sawit atas nama energi,” tegas Wilhelmus Pigai. Sabtu, (24/01/2025).

Ia meminta secara khusus kepada Gubernur Papua Tengah serta para bupati di delapan kabupaten agar kebijakan pembangunan energi di daerah sejalan dengan visi nasional, namun tetap berakar pada kearifan lokal dan perlindungan lingkungan hidup.

Menurut Wilhelmus, tebu dan singkong memiliki keunggulan strategis karena dapat diolah menjadi bioetanol, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal tanpa harus merusak hutan dan tanah ulayat.

Selain tebu dan singkong, Wilhelmus juga mendorong pengembangan sumber energi alternatif lain yang sesuai dengan karakteristik Papua Tengah, seperti:

  • Sagu, sebagai pangan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi bioenergi,
  • Jagung dan ubi jalar, yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mendukung ketahanan pangan,
  • serta energi terbarukan non-biofuel seperti tenaga surya dan mikrohidro, yang sangat relevan dengan kondisi geografis Papua.

“Papua Tengah punya banyak pilihan sumber energi yang berkelanjutan. Jangan korbankan hutan dan hak masyarakat adat hanya demi sawit. Energi harus dibangun dengan pendekatan keadilan ekologis dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Wilhelmus menegaskan, DPD RI akan terus mengawal kebijakan energi nasional agar implementasinya di daerah tidak menyimpang dari tujuan utama, yakni kemandirian energi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Calon Anggota BPK Bakal Diuji Komite IV DPD RI Akhir September

12 September 2026 - 05:54 WIB

FB IMG

Ketua Komite IV DPD RI Apresiasi Program Pembukaan Rekening untuk 200 Juta Warga, BPD Jangan Ditinggalkan

12 September 2026 - 05:49 WIB

Q

Mama Makdalena Masih Membaca di Usia 56 Tahun, Jadi Tamparan bagi Kemalasan Anak Muda

11 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260911 WA0015

Penyulutan Obor Prasetya Tandai Peringatan HUT ke-81 RRI di Nabire

11 September 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260911 WA0002

Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare

11 September 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260911 WA0001
Trending di Headline