Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

News

Anggaran MBG di Papua Capai 25 Triliun, Tiga Kali Lipat dari Pulau Jawa

adminbadge-check


					Anggaran MBG di Papua Capai 25 Triliun, Tiga Kali Lipat dari Pulau Jawa Perbesar

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua membengkak hingga tiga kali lipat dibandingkan wilayah Pulau Jawa. Kenaikan anggaran tersebut disebabkan oleh tingginya indeks kemahalan di Tanah Papua.

Laporan itu disampaikan Dadan saat pengarahan Presiden Prabowo Subianto kepada para kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh program prioritas pemerintah, termasuk MBG, akan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Papua. Prabowo juga menanyakan perkembangan pembangunan Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dadan menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 750.000 penerima manfaat MBG di Papua. Namun, untuk melayani jumlah tersebut, anggaran yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Dengan total penerima manfaat kurang lebih 750.000 orang, dana yang harus turun ke Papua sekitar tiga kali lipat dari yang di Jawa,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, di Pulau Jawa, anggaran untuk 750.000 penerima manfaat MBG mencapai sekitar Rp7,5 triliun. Sementara di Papua, dengan jumlah penerima yang sama, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

“Kalau di Jawa Rp7,5 triliun, maka untuk Papua bisa mencapai sekitar Rp25 triliun. Ini karena faktor indeks kemahalan harga,” jelasnya.

Saat ini, kata Dadan, 750.000 penerima manfaat MBG di Papua dilayani oleh sekitar 179 SPPG. Dari jumlah tersebut, 65 dapur MBG telah beroperasi di Papua, dengan rincian:

  • 42 SPPG di Papua Barat
  • 8 SPPG di Papua Selatan
  • 30 SPPG di Papua Tengah
  • 5 dapur MBG di Papua Pegunungan
  • 28 dapur MBG di Papua Barat Daya

BGN menargetkan sebanyak 2.500 SPPG dapat beroperasi di seluruh Papua pada Maret 2026. Hingga saat ini, terdapat 275 investor yang telah menyatakan minat untuk membangun SPPG di Papua melalui pemerintah daerah.

“Karena sudah ada investor yang mendaftar di Pemda sekitar 275, maka total investor yang membangun SPPG di Papua diperkirakan mencapai sekitar 300-an,” ungkap Dadan.

Meski demikian, Presiden Prabowo meminta agar target tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis dan tantangan wilayah Papua. Prabowo menegaskan bahwa seluruh SPPG di Papua harus sudah beroperasi paling lambat 17 Agustus 2025.

“Kepala BGN punya rencana Maret, itu sangat bagus. Tapi kita berharap pada 17 Agustus semua SPPG di Papua sudah bekerja dan berproduksi,” tegas Prabowo.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline