Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

News

Anggaran MBG di Papua Capai 25 Triliun, Tiga Kali Lipat dari Pulau Jawa

adminbadge-check


					Anggaran MBG di Papua Capai 25 Triliun, Tiga Kali Lipat dari Pulau Jawa Perbesar

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua membengkak hingga tiga kali lipat dibandingkan wilayah Pulau Jawa. Kenaikan anggaran tersebut disebabkan oleh tingginya indeks kemahalan di Tanah Papua.

Laporan itu disampaikan Dadan saat pengarahan Presiden Prabowo Subianto kepada para kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh program prioritas pemerintah, termasuk MBG, akan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Papua. Prabowo juga menanyakan perkembangan pembangunan Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dadan menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 750.000 penerima manfaat MBG di Papua. Namun, untuk melayani jumlah tersebut, anggaran yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Dengan total penerima manfaat kurang lebih 750.000 orang, dana yang harus turun ke Papua sekitar tiga kali lipat dari yang di Jawa,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, di Pulau Jawa, anggaran untuk 750.000 penerima manfaat MBG mencapai sekitar Rp7,5 triliun. Sementara di Papua, dengan jumlah penerima yang sama, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

“Kalau di Jawa Rp7,5 triliun, maka untuk Papua bisa mencapai sekitar Rp25 triliun. Ini karena faktor indeks kemahalan harga,” jelasnya.

Saat ini, kata Dadan, 750.000 penerima manfaat MBG di Papua dilayani oleh sekitar 179 SPPG. Dari jumlah tersebut, 65 dapur MBG telah beroperasi di Papua, dengan rincian:

  • 42 SPPG di Papua Barat
  • 8 SPPG di Papua Selatan
  • 30 SPPG di Papua Tengah
  • 5 dapur MBG di Papua Pegunungan
  • 28 dapur MBG di Papua Barat Daya

BGN menargetkan sebanyak 2.500 SPPG dapat beroperasi di seluruh Papua pada Maret 2026. Hingga saat ini, terdapat 275 investor yang telah menyatakan minat untuk membangun SPPG di Papua melalui pemerintah daerah.

“Karena sudah ada investor yang mendaftar di Pemda sekitar 275, maka total investor yang membangun SPPG di Papua diperkirakan mencapai sekitar 300-an,” ungkap Dadan.

Meski demikian, Presiden Prabowo meminta agar target tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis dan tantangan wilayah Papua. Prabowo menegaskan bahwa seluruh SPPG di Papua harus sudah beroperasi paling lambat 17 Agustus 2025.

“Kepala BGN punya rencana Maret, itu sangat bagus. Tapi kita berharap pada 17 Agustus semua SPPG di Papua sudah bekerja dan berproduksi,” tegas Prabowo.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline