Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Tuntut Kemerdekaan dan Tarik Militer, Solidaritas Rakyat Sorong Raya Kecam Sejarah ‘Penjajahan Baru’ di Papua

adminbadge-check


					Tuntut Kemerdekaan dan Tarik Militer, Solidaritas Rakyat Sorong Raya Kecam Sejarah ‘Penjajahan Baru’ di Papua Perbesar

SORONG – Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi Sorong Raya (SRPDS) mengeluarkan pernyataan sikap keras pada peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan West Papua, 1 Desember 2025. Dengan tema “Kobarkan Api Persatuan Nasional dan Wujudkan Kemerdekaan Bagi Bangsa West Papua,” SRPDS menuntut kembalinya hak politik bangsa Papua Barat untuk berdaulat penuh.

​Dalam pernyataan tertulis yang diterima, kelompok ini menegaskan bahwa tanggal 1 Desember 1961 adalah Hari Lahirnya Manifesto Politik Bangsa Papua dan menolak keras keberadaan Indonesia, yang mereka sebut sebagai “penjajah baru.”

SRPDS menelusuri kembali sejarah integrasi Papua ke Indonesia, mengklaim bahwa tindakan Indonesia sejak awal didasari kekerasan dan pelanggaran kesepakatan internasional:

  • ​Trikora dan Kekerasan: Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang diluncurkan Sukarno pada 19 Desember 1961 dituding sebagai aksi militer yang bertujuan “membunuh rakyat Papua itu sendiri,” bukan hanya mengusir Belanda.
  • ​Pelanggaran New York Agreement (NYA): Perjanjian 1962, yang tidak melibatkan orang Papua, menempatkan Indonesia hanya sebagai wali untuk mengatur proses Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS). Namun, SRPDS menuduh Indonesia bertindak brutal dan melanggar mandat tersebut dengan melancarkan berbagai operasi militer.
  • ​Penipuan PEPERA: Kelompok ini kembali mengutuk Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, yang dinilai sebagai penipuan karena prinsip one man, one vote diubah menjadi musyawarah mufakat, dengan hanya 1.025 orang yang ditekan secara aklamasi.

Lebih lanjut, pernyataan itu menyoroti masa Orde Baru, di mana “lebih dari 500 ribu orang Papua dibunuh” dan menyebut pembunuhan tokoh politik Theys H. Eluay pada 2001 sebagai bukti berlanjutnya operasi kekerasan di bawah payung Otonomi Khusus (Otsus).

Dalam 15 poin tuntutan, SRPDS memfokuskan seruan utamanya kepada Pemerintah Indonesia saat ini:

  1. ​Status pendudukan Indonesia di Papua adalah illegal, oleh karena itu kembalikan hak politik bangsa Papua Barat untuk merdeka.
  2. ​Mendesak Pemerintah Indoneisa untuk menarik mundur semua pasukan militer di atas tanah Papua.
  3. ​Bubarkan Komando Teritorial, BKO, UU TNI, dan kembalikan militer ke barak.
  4. ​Tolak Proyek Strategis Nasional di seluruh tanah Papua dan Tolak Eksploitasi Blok Wabu.
  5. ​Mendesak rezim Prabowo-Gibran untuk membebaskan seluruh tahanan politik yang masih ditahan.
  6. ​Mendesak pembukaan akses jurnalis nasional dan internasional ke tanah Papua.

​SRPDS juga menyerukan rekonsiliasi total untuk melahirkan persatuan demokratis bagi bangsa Papua dan menyatakan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina, Bogainville, dan Kaledonia Baru.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline