Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

DPD RI Mendesak KemenPAN-RB: Jamin Kuota OAP di Hasil CPNS Tertunda dan Buka Rekrutmen 2026!

adminbadge-check


					Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama  kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini Perbesar

Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini

Sam Minta Menteri Rini Widyantini Buka Jalur Khusus Otsus, Prioritas Harga Mati!

JAKARTA ,– Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam, melayangkan ultimatum tegas kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini. Tuntutan ini berkaitan dengan dua isu krusial: nasib hasil CPNS yang menggantung dan rencana rekrutmen di masa depan.

Dalam pertemuan strategis di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/11/2025), Sam menegaskan bahwa pemerintah pusat harus segera bertindak untuk memastikan hak Otonomi Khusus (Otsus) benar-benar terimplementasi di Papua.

Sam menyoroti nasib ribuan peserta CPNS di Papua yang hasilnya hingga kini belum diumumkan, menciptakan ketidakpastian dan kekecewaan. Ia menekankan bahwa status Papua sebagai daerah otonomi khusus harus menjadi dasar akomodasi.

“Kan sudah tes, tapi kan Papua belum keluar kan hasilnya? Kami minta Menteri Rini Widyantini agar hasil yang belum keluar itu diakomodir semaksimal mungkin, khusus Orang Asli Papua,” tegas Sam.

Untuk keberlanjutan pembangunan SDM di enam provinsi baru di Papua, DPD RI mendesak Menteri Rini Widyantini untuk membuka kembali rekrutmen CPNS secara keseluruhan di Papua pada tahun 2026.

Sam meminta formula 80:20 dijadikan patokan minimum, di mana 80% kuota wajib dialokasikan bagi OAP, sementara sisanya dapat diisi untuk keahlian non-OAP.

“Bila perlu, dibuka lagi pada tahun 2026 karena banyak yang tidak terakomodir. Prioritasnya adalah kekhususan daerah Otonomi Khusus,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline