Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

DPD RI Mendesak KemenPAN-RB: Jamin Kuota OAP di Hasil CPNS Tertunda dan Buka Rekrutmen 2026!

adminbadge-check


					Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama  kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini Perbesar

Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini

Sam Minta Menteri Rini Widyantini Buka Jalur Khusus Otsus, Prioritas Harga Mati!

JAKARTA ,– Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam, melayangkan ultimatum tegas kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini. Tuntutan ini berkaitan dengan dua isu krusial: nasib hasil CPNS yang menggantung dan rencana rekrutmen di masa depan.

Dalam pertemuan strategis di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/11/2025), Sam menegaskan bahwa pemerintah pusat harus segera bertindak untuk memastikan hak Otonomi Khusus (Otsus) benar-benar terimplementasi di Papua.

Sam menyoroti nasib ribuan peserta CPNS di Papua yang hasilnya hingga kini belum diumumkan, menciptakan ketidakpastian dan kekecewaan. Ia menekankan bahwa status Papua sebagai daerah otonomi khusus harus menjadi dasar akomodasi.

“Kan sudah tes, tapi kan Papua belum keluar kan hasilnya? Kami minta Menteri Rini Widyantini agar hasil yang belum keluar itu diakomodir semaksimal mungkin, khusus Orang Asli Papua,” tegas Sam.

Untuk keberlanjutan pembangunan SDM di enam provinsi baru di Papua, DPD RI mendesak Menteri Rini Widyantini untuk membuka kembali rekrutmen CPNS secara keseluruhan di Papua pada tahun 2026.

Sam meminta formula 80:20 dijadikan patokan minimum, di mana 80% kuota wajib dialokasikan bagi OAP, sementara sisanya dapat diisi untuk keahlian non-OAP.

“Bila perlu, dibuka lagi pada tahun 2026 karena banyak yang tidak terakomodir. Prioritasnya adalah kekhususan daerah Otonomi Khusus,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News