Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Dewan Adat Papua Wilayah Mepago Dukung Frans Pigome Pimpin PT Freeport Indonesia

Etty Welerbadge-check


					Dewan Adat Papua Wilayah Mepago Dukung Frans Pigome Pimpin PT Freeport Indonesia Perbesar

NABIRE — Dewan Adat Papua Wilayah Mepago Kabupaten Nabire menyatakan dukungan penuh kepada Frans Pigome untuk menduduki jabatan Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire, Pilemon Madai, bersama Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua Wilayah Mepago, Frans U. Magai, pada Jumat (24/10/2025) di Nabire.

Dalam keterangannya, Dewan Adat menilai bahwa saatnya pemerintah memberikan kepercayaan kepada anak asli Papua untuk memimpin perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut.

“Kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar memberikan kepercayaan kepada Frans Pigome untuk menjadi Presiden PT Freeport Indonesia, karena beliau adalah anak asli Papua yang memahami betul kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Papua,” ujar Pilemon Madai.

Frans Pigome disebut berasal dari salah satu dari 267 suku di enam provinsi, 42 kabupaten, dan tiga kota di Tanah Papua, yang dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Dewan Adat Papua Wilayah Mepago menegaskan, sejak PT Freeport beroperasi di Indonesia pada tahun 1967 hingga kini, belum pernah posisi tertinggi di perusahaan tersebut dipegang oleh orang asli Papua.

“Selama lebih dari 50 tahun Freeport berdiri, belum pernah orang berkulit hitam dan berambut keriting dari atas tanah Papua, dari Sorong sampai Merauke, memimpin perusahaan itu. Padahal Otonomi Khusus Jilid II telah memberikan ruang afirmasi bagi orang Papua untuk dipercaya menjadi pemimpin di berbagai bidang,” tambahnya

Menurut Dewan Adat, penunjukan Frans Pigome sebagai Presdir Freeport akan menjadi simbol keadilan dan pengakuan terhadap kemampuan anak-anak Papua dalam mengelola sumber daya alam di tanahnya sendiri.

“Frans Pigome memahami masyarakat adat Papua, memahami sistem ekonomi lokal, dan mengerti seluk-beluk Freeport dari pengalaman langsungnya di Indonesia hingga Amerika Serikat. Ia sosok yang layak, tepat, dan pas untuk memimpin Freeport,” tegas Pilemon Madai.

Dewan Adat juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan pemegang saham Freeport di Amerika Serikat (McMoRan) agar mempertimbangkan aspirasi ini secara serius.

“Kami minta kepada Presiden Republik Indonesia dan pihak McMoRan di Amerika agar memberikan kepercayaan kepada anak asli Papua yang satu-satunya masuk dalam calon pimpinan Freeport, yakni Saudara Frans Pigome,” Madai

Dukungan Dewan Adat Papua ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperjuangkan afirmasi dan pemberdayaan sumber daya manusia Papua, terutama dalam sektor strategis seperti pertambangan, demi mewujudkan perekonomian berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030

Bupati Deiyai Salurkan Bantuan Alat Tangkap Ikan kepada 450 Mama-Mama Nelayan Danau Tigi

27 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260627 WA0023

Satu Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Truk di Jalan SP 3 Mimika

27 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260627 WA0014

Polda Papua Ungkap Dua Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Ribuan Liter Disita

27 Juni 2026 - 12:21 WIB

IMG 20260627 WA0011

Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Empat Orang Masih Dicari

27 Juni 2026 - 12:15 WIB

IMG 20260627 WA0009
Trending di Headline