Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

YKKMP Layangkan Surat Terbuka ke Presiden : Seruan Perlindungan HAM dan Perdamaian Papua Tengah

adminbadge-check


					YKKMP Layangkan Surat Terbuka ke Presiden : Seruan Perlindungan HAM dan Perdamaian Papua Tengah Perbesar

WAMENA – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mengirimkan surat terbuka bernomor A.0001/ST/YKKMP/JWY/PA-PEG/X/2025 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kejadian penembakan 12 warga sipil di Kampung Soanggama, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Surat tersebut menyoroti kondisi keamanan di Papua yang sedang memanas dan menimbulkan korban dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil dan aparat keamanan. YKKMP menegaskan bahwa kekerasan yang berlangsung bersifat sistematis dan terstruktur, dengan dampak buruk terhadap masyarakat Papua, yang sulitnya mengakses keadilan melalui sistem hukum yang berlaku.

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem dalam wawancara mengatakan, “Kami menyampaikan surat terbuka ini dari sisi kemanusiaan kepada Presiden sebagai panglima tertinggi agar kebijakan yang lebih efektif terkait keamanan di Papua dapat diambil. Harapannya, pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah yang memungkinkan masyarakat hidup dengan damai.” Ungkapnya. Kamis, (23/10/2025).

Ia menambahkan bahwa korban bukan hanya dari satu pihak melainkan terdiri dari masyarakat sipil, TNI-Polri, dan warga secara umum yang terdampak.

Theo juga menilai bahwa sejauh ini tanggapan pemerintah pusat terhadap isu hak asasi manusia di Papua belum maksimal, sehingga surat ini diharapkan bisa menjadi perhatian khusus dan memicu tindakan nyata dalam menangani permasalahan yang kompleks ini.

Selain mendesak pemerintah membuka akses jurnalis dan lembaga independen untuk menampilkan situasi Papua secara transparan, YKKMP juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk tim investigasi khusus agar akar permasalahan dapat diidentifikasi dan langkah dialog damai dapat dijalankan.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline