Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

YKKMP Layangkan Surat Terbuka ke Presiden : Seruan Perlindungan HAM dan Perdamaian Papua Tengah

adminbadge-check


					YKKMP Layangkan Surat Terbuka ke Presiden : Seruan Perlindungan HAM dan Perdamaian Papua Tengah Perbesar

WAMENA – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mengirimkan surat terbuka bernomor A.0001/ST/YKKMP/JWY/PA-PEG/X/2025 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kejadian penembakan 12 warga sipil di Kampung Soanggama, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Surat tersebut menyoroti kondisi keamanan di Papua yang sedang memanas dan menimbulkan korban dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil dan aparat keamanan. YKKMP menegaskan bahwa kekerasan yang berlangsung bersifat sistematis dan terstruktur, dengan dampak buruk terhadap masyarakat Papua, yang sulitnya mengakses keadilan melalui sistem hukum yang berlaku.

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem dalam wawancara mengatakan, “Kami menyampaikan surat terbuka ini dari sisi kemanusiaan kepada Presiden sebagai panglima tertinggi agar kebijakan yang lebih efektif terkait keamanan di Papua dapat diambil. Harapannya, pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah yang memungkinkan masyarakat hidup dengan damai.” Ungkapnya. Kamis, (23/10/2025).

Ia menambahkan bahwa korban bukan hanya dari satu pihak melainkan terdiri dari masyarakat sipil, TNI-Polri, dan warga secara umum yang terdampak.

Theo juga menilai bahwa sejauh ini tanggapan pemerintah pusat terhadap isu hak asasi manusia di Papua belum maksimal, sehingga surat ini diharapkan bisa menjadi perhatian khusus dan memicu tindakan nyata dalam menangani permasalahan yang kompleks ini.

Selain mendesak pemerintah membuka akses jurnalis dan lembaga independen untuk menampilkan situasi Papua secara transparan, YKKMP juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk tim investigasi khusus agar akar permasalahan dapat diidentifikasi dan langkah dialog damai dapat dijalankan.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Bapouda, 11 Orang Meninggal Dunia

9 September 2026 - 01:34 WIB

IMG 20260909 WA0002

Polres Mimika Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Kapolres Tekankan Etika dan Dedikasi

9 September 2026 - 01:21 WIB

IMG 20260908 WA0045

Kasat Polairud: Tidak Ada Illegal Fishing, Namun Nelayan Lokal Kerap Dibajak

9 September 2026 - 01:10 WIB

IMG 20260908 WA0031

Polairud Polres Mimika Rutin Patroli Pesisir, Jangkauan Akan Diperluas hingga Amar

8 September 2026 - 07:33 WIB

IMG 20260908 WA0031

Beberapa Hari Tak Ada Kabar, Seorang Karyawan Ditemukan Meninggal di Timika

8 September 2026 - 07:29 WIB

IMG 20260908 WA0030
Trending di Headline