Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Rektor USWIM Nabire Tanggapi Aksi Mahasiswa: “Saya Apresiasi Aksi Damai, Tapi Kebijakan Harus Diperbaiki”

Etty Welerbadge-check


					Rektor USWIM Nabire Tanggapi Aksi Mahasiswa: “Saya Apresiasi Aksi Damai, Tapi Kebijakan Harus Diperbaiki” Perbesar

NABIRE – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., menanggapi aksi mahasiswa yang menolak kebijakan baru kampus terkait pelunasan biaya kuliah sebagai syarat mengikuti wisuda.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Senin (20/10/2025), Dr. Petrus menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang berani menyampaikan pendapat secara terbuka melalui aksi damai di lingkungan kampus.

“Saya apresiasi apa yang mahasiswa sampaikan. Tidak boleh diam-diam, karena kalau tutup-tutup lama-lama bisa bengkak dan meledak. Saya senang anak-anak menyampaikan pendapatnya lewat aksi damai seperti ini,” ujar Rektor USWIM.

Aksi mahasiswa yang digelar pada Senin pagi (20/10) itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan baru universitas yang diberlakukan sejak September 2025, dimana sistem pembayaran kuliah dengan dua kali cicilan resmi dihapus.

Mahasiswa menilai aturan tersebut memberatkan, namun pihak rektorat menegaskan bahwa kebijakan itu diterapkan untuk memperbaiki sistem administrasi keuangan kampus yang selama ini bermasalah.

Menurut Rektor, sistem cicilan sebelumnya sering disalahgunakan oleh sebagian mahasiswa, sehingga menyebabkan banyak yang menumpuk tunggakan dan tidak dapat mengambil ijazah setelah wisuda.

“Saya malu kalau dengar alumni USWIM belum ambil ijazah karena tunggakan. Saya tidak mau lagi mendengar itu. Karena itu, mulai dari kepemimpinan saya, kebijakan harus diperbaiki,” tegasnya.

Sebagai bentuk solusi, Petrus juga mengumumkan potongan 20 persen biaya kuliah bagi mahasiswa yang masih menunggak, agar mereka tetap bisa mengikuti wisuda pada 13 November 2025 mendatang.

Selain itu, pihak rektorat membuka kesempatan dialog langsung dengan mahasiswa yang masih mengalami kesulitan keuangan.

“Saya buka pintu bagi siapa pun mahasiswa yang mau bicara langsung dengan saya pada 11 November. Mari kita cari solusi baik-baik,” kata Tekege.

Dengan langkah ini, pihak kampus berharap ketegangan antara mahasiswa dan lembaga universitas dapat mereda dan kedua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga suasana akademik yang sehat serta memperbaiki sistem manajemen pendidikan di USWIM Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030

Bupati Deiyai Salurkan Bantuan Alat Tangkap Ikan kepada 450 Mama-Mama Nelayan Danau Tigi

27 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260627 WA0023

Satu Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Truk di Jalan SP 3 Mimika

27 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260627 WA0014

Polda Papua Ungkap Dua Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Ribuan Liter Disita

27 Juni 2026 - 12:21 WIB

IMG 20260627 WA0011

Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Empat Orang Masih Dicari

27 Juni 2026 - 12:15 WIB

IMG 20260627 WA0009
Trending di Headline