NABIRE — Gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang wilayah Nabire pada Jumat (19/9) pukul 03.19 WIT. Guncangan kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.
Bupati Nabire, Mesak Magai, mengonfirmasi adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur, di antaranya jembatan Kali Siriwini Bawah, plafon beberapa gedung besar, serta beberapa gereja yang roboh akibat guncangan.
“Beberapa fasilitas yang terdampak antara lain jembatan Kali Siriwini Bawah serta plafon beberapa gedung besar dan gereja yang roboh akibat guncangan,” ungkap Mesak usai menghadiri pelantikan KONI Nabire di Aula RRI Nabire.
Meski terjadi kerusakan, Mesak menyampaikan rasa syukur karena dampak gempa kali ini tidak sebesar bencana serupa pada 2004.
“Kita bersyukur gempa kali ini tidak ada korban jiwa dan dampak yang besar, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada warga Nabire yang dinilai semakin tangguh menghadapi bencana, terutama dalam membangun rumah dan gedung yang lebih tahan gempa.
“Saya bangga, masyarakat kita sudah mulai membangun dengan konsep ketahanan gempa, meski tanpa melibatkan konsultan. Ini yang membuat kerusakan tidak terlalu parah,” katanya.
Pemerintah daerah kini masih melakukan pendataan lanjutan atas kerusakan serta memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi pascagempa. (MB)






