Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Mimbar Bebas di Pasar Karang Nabire

Etty Welerbadge-check


					Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Mimbar Bebas di Pasar Karang Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9). Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi ini, mahasiswa menyuarakan dua tuntutan utama, yakni pembebasan empat tahanan politik (Empatapol) serta penolakan terhadap masuknya berbagai investasi yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah.

“Papua Tengah darurat investasi. Perusahaan-perusahaan yang direncanakan hadir bukan untuk mensejahterakan masyarakat, tetapi hanya menguntungkan segelintir orang dan elit tertentu,” ujar Marius Petege dalam orasinya.

Mereka menilai, kehadiran perusahaan justru mengancam masa depan masyarakat Papua. Karena itu, mahasiswa menegaskan sikap penolakan terhadap investasi yang dianggap hanya membawa kerugian sosial maupun lingkungan.

Selain itu, aksi solidaritas ini juga ditujukan untuk mendesak pembebasan empat tahanan politik yang saat ini sedang menjalani persidangan.

“Kami bersuara untuk Empatapol. Mereka harus dibebaskan tanpa syarat. Sidang mereka sudah berjalan, dan kami akan terus mengawal hingga ada keputusan yang adil,” tegas Marius.

Para mahasiswa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Selama suara kami diabaikan, kami akan terus turun ke jalan,” seruan massa aksi.

Kegiatan mimbar bebas ini juga dihadiri sejumlah wartawan. Massa berharap media dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline