Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Pastikan Pesertanya OAP, BKPSDM dan MRP Papua Tengah Verifikasi Dokumen Calon Praja IPDN

Etty Welerbadge-check


					Pastikan Pesertanya OAP, BKPSDM dan MRP Papua Tengah Verifikasi Dokumen Calon Praja IPDN Perbesar

JAYAPURA — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah bersama Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRPPT) hadir langsung melakukan Verifikasi Faktual Dokumen Persyaratan para calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa, S.IP dan Wakil Ketua I MRP Papua Tengah Paulina Marey bertempat di unit Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Papua-RS Bhayangkara, Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja-Jayapura, Rabu, 10 September 2025.

“Hari ini kami hadir mendampingi MRP untuk ikut memeriksa dokumen surat Keaslian Orang Papua dari calon praja IPDN, baik itu dokumen Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) yang ditandatangani pimpinan MRP maupun kartu keluarga setiap peserta. Kita ingin memastikan bahwa peserta yang diumumkan lulus nanti adalah benar-benar Orang Asli Papua,” kata Denci Nawipa.

Menurut Denci, kehadiran BKPSDM bersama lembaga kultur yang memproteksi hak-hak Orang Asli Papua itu, menjawab Surat Wakil Rektor IPDN Bidang Kemahasiswaan Dr. Yudi Rusfiana, S.IP,M.Si kepada Gubernur Papua Tengah tertanggal 4 September 2025 untuk melaksanakan tugas verifikasi dokumen peserta seleksi IPDN.

“Khusus untuk non OAP pada kuota Provinsi Papua Tengah sebanyak 5 orang, kami juga ingin memastikan bahwa mereka benar-benar lahir dan tinggal bersama orang tuanya di Provinsi Papua Tengah. Jadi bukan dari provinsi lain yang tiba-tiba datang urus KTP lalu ikut tes IPDN ambil kuota Papua Tengah,” kata Denci.

Mantan Kepala BKD Paniai ini menjelaskan, terdapat 41 peserta seleksi asal Papua Tengah tersisa hingga tahap ini. Rinciannya, 32 peserta berasal dari 8 kabupaten untuk merebut 16 kuota yakni Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Mimika. Sedangkan 9 peserta dari Provinsi Papua Tengah merebut enam kuota.

“Harapan saya, semua anak-anak yangs sudah lulus dari mulai Tes Seleksi Kompetensi Dasar hingga Tes Kesehatan Tahap II ini, mereka bisa menjaga kesehatan untuk mengikuti tahap terakhir esok yaitu Tes Kesamaptaan. Yang lolos kita harap studi dengan baik bawa nama Papua Tengah, yang tidak lolos jangan berkecil hati, masih bisa mencoba lagi tahun depan,” kata mantan Sekretaris Daerah Paniai ini.

Beri Catatan Ke Panitia Seleksi

Sementara itu, Wakil Ketua MRP Papua Tengah Paulina Marey mengatakan, dirinya mewakili pimpinan lembaga kultur melakukan verifikasi dokumen, terutama keaslian Surat Keterangan Orang Asli Papua yang dilampirkan peserta demi memastikan bahwa peserta benar-benar Orang Asli Papua sesuai persyaratan.

“Dalam verifikasi dokumen hari ini, kami lihat bahwa Surat Keterangan Orang Asli Papua itu ditandatangani beberapa pimpinan MRP Papua Tengah yaitu Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Dan kami cek kesesuaian dengan surat yang kita keluarkan,” kata Paulina Marey.

“Kami juga menemukan, ada peserta yang ayahnya Papua mamanya non Papua. Tetapi ada juga yang mamanya Papua, bapaknya non Papua dan memakai marga mamanya sebagaimana tertera di Kartu Keluarga. Mungkin itu sudah disetujui di Pengadilan bahwa anak ini ikut marga mamanya yang Asli Papua,” katanya.

Menurut Paulina, dalam verifikasi dokumen ini, pihaknya juga menemukan ada peserta Non Papua yang berasal dari luar Papua dan datang ke Papua Tengah baru pada tahun 2023 guna mengikuti tes seleksi IPDN.

“Karena itu, kami minta kepada Panitia Seleksi IPDN, harus bijak mengutamakan anak-anak yang memang lahir, sekolah, dan orang tuanya tinggal di Papua Tengah. Kami juga menyoroti soal kuota bagi perempuan dalam seleksi ini, kayaknya sangat kurang. Berharap tahun-tahun depan, khusus Papua ada regulasi untuk menjaga keseimbangan antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Giat verifikasi dokumen peserta IPDN di tempat yang sama dilakukan para kepala BKD dari Provinsi Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan bersama-sama pimpinan MRP masing-masing. Turut hadir mendampingi Kepala BKPSDM Papua Tengah, Kepala Bidang Pengadaan dan Sistem Informasi Elisabeth Pekey, A.Md dan staf.

Sesuai jadwal, Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) sedianya akan berlangsung pada 16 September 2025 mendatang dan dapat diakses melalui laman website IPDN https://spcp.ipdn.ac.id. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266

Perkuat Layanan Masyarakat, Kadis Kominfo Deiyai Salurkan Tiga Unit Starlink Kepada Warga Wagomani 

14 Februari 2026 - 15:13 WIB

Img 20260214 wa0282

Bupati dan Pemilik Tanah Buka Kembali Akses Jalan Petrosea Tembus Bandara Mozes Kilangin, Pastor Ibrani Gwijangge Memberkati Jalan 

14 Februari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260214 222928 gallery

DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat

14 Februari 2026 - 03:57 WIB

Img 20260213 wa0045 3361434797
Trending di News