Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Wagub Papua Tengah hadiri CHANDI 2025, diharap jadi Platform Global Eksplorasi Kekuatan Budaya

Etty Welerbadge-check


					Wagub Papua Tengah hadiri CHANDI 2025, diharap jadi Platform Global Eksplorasi Kekuatan Budaya Perbesar

NABIRE – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menghadiri gelaran Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Denpasar, Bali, tanggal 3-5 September 2025.

CHANDI tersebut dihadiri oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi membuka perhelatan konferensi budaya internasional CHANDI 2025, yang digelar bertepatan dengan peringatan 80 tahun Kemerdekaan RI. Forum ini menghadirkan perwakilan dari 40 negara, termasuk Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan, Duta Besar, delegasi tingkat tinggi, serta para pemimpin daerah di Indonesia.

Wagub Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos, M.Si menyatakan sangat dapat mendukung terwujudnya masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui budaya. Sebab menurutnya budaya merupakan alat pemersatu dunia.

“Menurut saya ini moment yang luar biasa, sangat langka. Sebab bicara tentang budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan kita, melampaui batas, bahasa dan perbedaan,” kata Deinas Geley melalui selulernya, Kamis, (4/8/2025).

Ia mengatakan, budaya menghubungkan manusia melalui kisah, nilai dan ekspresi bersama yang mengingatkan kita akan kemanusiaan.

“Jadi ada hal yang luar biasa pada kesempatan ini adalah, pak Gubernur Papua Tengah perintahkan saya ikut kegiatan ini di Bali. Tepat waktu yang bersamaan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah laksanakan festival budaya pelajar dari delapan kabupaten dipusatkan di Nabire. Kami di sini juga berkumpul bicara tentang budaya dan adat istiadat, sementara di ibukota Provinsi Papua Tengah juga laksanakan festival budaya yang melibatkan generasi penerus. Luar biasa ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah,” ungkap Geley.

Dengan mengusung tema ‘Culture for the Future’, CHANDI 2025 dirancang sebagai platform global untuk memperkuat peran budaya dalam menjawab tantangan zaman. Melalui berbagai diskusi, forum kolaboratif, dan pameran, CHANDI 2025 bertujuan untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan; mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya; pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui tema Culture for the Future, kami berharap bahwa CHANDI 2025 dapat menjadi platform global untuk mengeksplorasi kekuatan transformatif budaya dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan,” kata Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon.

Fadli menyebut saat ini persoalan global kian kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, krisis iklim, degradasi lingkungan, hingga ketidaksetaraan sosial dan perkembangan teknologi. Kondisi ini dinilainya membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Budaya, kata dia, hadir sebagai jembatan yang mampu mempertemukan berbagai bangsa di dunia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bagaimana keselarasan hidup yang berdampingan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) di masa kini.

“Teknologi Artificial Intelligence saat ini seharusnya bisa mempermudah hidup dalam segala sisi, mengingat banyaknya konten kebudayaan yang dibuat setiap harinya. Namun, harus diingat kecanggihan AI memiliki sejumlah risiko,” kata Pratikno.

Lebih lanjut, Pratikno menegaskan sebagaimana leluhur menjaga budaya dengan kebijaksanaan, kerja sama, dan rasa saling menghormati, kini dunia memiliki tanggung jawab yang sama di ranah digital. Teknologi, menurutnya, harus memperkuat ikatan budaya, bukan memecah belah masyarakat.

“Indonesia mendorong lahirnya tata kelola kecerdasan buatan yang mampu berbicara dalam semua bahasa dan melestarikan semua budaya. Dengan demikian, Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi pijakan bagi peradaban digital yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Diketahui, Perhelatan CHANDI 2025 resmi dibuka secara bersama-sama oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi oleh Wakil Menteri Kebudayaan Fadli Zon Giring Ganesha, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Sekretaris Jenderal Kebudayaan, Bambang Wibawarta. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Sarang Narkoba di Kampung Vietnam, Polda Papua dan BNN Amankan 10 Orang

25 Oktober 2026 - 05:24 WIB

IMG 20261025 WA0009

Diduga Korban Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal di Jalan Poros Mapurujaya

25 Oktober 2026 - 05:15 WIB

IMG 20261025 WA0004

Dinsos Deiyai Buka Pendaftaran Perlinsos hingga 31 Oktober 2026, Siapkan Data Bansos 2027

25 Oktober 2026 - 05:11 WIB

IMG 20261025 WA0000

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085
Trending di Headline