Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Wagub Papua Tengah hadiri CHANDI 2025, diharap jadi Platform Global Eksplorasi Kekuatan Budaya

Etty Welerbadge-check


					Wagub Papua Tengah hadiri CHANDI 2025, diharap jadi Platform Global Eksplorasi Kekuatan Budaya Perbesar

NABIRE – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menghadiri gelaran Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Denpasar, Bali, tanggal 3-5 September 2025.

CHANDI tersebut dihadiri oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi membuka perhelatan konferensi budaya internasional CHANDI 2025, yang digelar bertepatan dengan peringatan 80 tahun Kemerdekaan RI. Forum ini menghadirkan perwakilan dari 40 negara, termasuk Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan, Duta Besar, delegasi tingkat tinggi, serta para pemimpin daerah di Indonesia.

Wagub Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos, M.Si menyatakan sangat dapat mendukung terwujudnya masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui budaya. Sebab menurutnya budaya merupakan alat pemersatu dunia.

“Menurut saya ini moment yang luar biasa, sangat langka. Sebab bicara tentang budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan kita, melampaui batas, bahasa dan perbedaan,” kata Deinas Geley melalui selulernya, Kamis, (4/8/2025).

Ia mengatakan, budaya menghubungkan manusia melalui kisah, nilai dan ekspresi bersama yang mengingatkan kita akan kemanusiaan.

“Jadi ada hal yang luar biasa pada kesempatan ini adalah, pak Gubernur Papua Tengah perintahkan saya ikut kegiatan ini di Bali. Tepat waktu yang bersamaan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah laksanakan festival budaya pelajar dari delapan kabupaten dipusatkan di Nabire. Kami di sini juga berkumpul bicara tentang budaya dan adat istiadat, sementara di ibukota Provinsi Papua Tengah juga laksanakan festival budaya yang melibatkan generasi penerus. Luar biasa ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah,” ungkap Geley.

Dengan mengusung tema ‘Culture for the Future’, CHANDI 2025 dirancang sebagai platform global untuk memperkuat peran budaya dalam menjawab tantangan zaman. Melalui berbagai diskusi, forum kolaboratif, dan pameran, CHANDI 2025 bertujuan untuk memperkuat diplomasi budaya sebagai sarana membangun perdamaian dan pembangunan berkelanjutan; mendorong strategi inovatif untuk pelestarian dan pemajuan budaya; pendekatan berbasis masyarakat dalam kebijakan kebudayaan, serta kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui tema Culture for the Future, kami berharap bahwa CHANDI 2025 dapat menjadi platform global untuk mengeksplorasi kekuatan transformatif budaya dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan,” kata Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon.

Fadli menyebut saat ini persoalan global kian kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, krisis iklim, degradasi lingkungan, hingga ketidaksetaraan sosial dan perkembangan teknologi. Kondisi ini dinilainya membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Budaya, kata dia, hadir sebagai jembatan yang mampu mempertemukan berbagai bangsa di dunia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bagaimana keselarasan hidup yang berdampingan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) di masa kini.

“Teknologi Artificial Intelligence saat ini seharusnya bisa mempermudah hidup dalam segala sisi, mengingat banyaknya konten kebudayaan yang dibuat setiap harinya. Namun, harus diingat kecanggihan AI memiliki sejumlah risiko,” kata Pratikno.

Lebih lanjut, Pratikno menegaskan sebagaimana leluhur menjaga budaya dengan kebijaksanaan, kerja sama, dan rasa saling menghormati, kini dunia memiliki tanggung jawab yang sama di ranah digital. Teknologi, menurutnya, harus memperkuat ikatan budaya, bukan memecah belah masyarakat.

“Indonesia mendorong lahirnya tata kelola kecerdasan buatan yang mampu berbicara dalam semua bahasa dan melestarikan semua budaya. Dengan demikian, Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi pijakan bagi peradaban digital yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Diketahui, Perhelatan CHANDI 2025 resmi dibuka secara bersama-sama oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi oleh Wakil Menteri Kebudayaan Fadli Zon Giring Ganesha, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Sekretaris Jenderal Kebudayaan, Bambang Wibawarta. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline