Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Cipayung Plus Papua Tengah Serukan Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat dan Waspadai Eskalasi Politik

Etty Welerbadge-check


					Cipayung Plus Papua Tengah Serukan Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat dan Waspadai Eskalasi Politik Perbesar

NABIRE – Kelompok Cipayung Plus Provinsi Papua Tengah menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika politik nasional yang dinilai semakin bergejolak dan berdampak pada kehidupan sosial, keamanan, serta ekonomi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Cipayung Plus menilai eskalasi politik yang terjadi merupakan imbas dari kebijakan pemerintah pusat dan DPR RI yang dianggap kurang berpihak pada kepentingan rakyat. Respon aparat keamanan terhadap aksi massa juga dinilai kerap berlebihan hingga menimbulkan korban jiwa.

“Menyikapi kondisi ini, kami menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menyerukan agar pemerintah pusat segera mengambil langkah bijak demi menjaga perjalanan dan kemajuan bangsa ini,” demikian tertulis dalam dokumen pernyataan sikap yang diterima media ini.

Sembilan Butir Pernyataan Sikap

Adapun poin-poin sikap Cipayung Plus Papua Tengah antara lain:

  1. Menyambut baik respon Presiden Republik Indonesia terhadap beberapa tuntutan rakyat.
  2. Menegaskan suara rakyat harus terus dikawal hingga tuntas pada tahap finalisasi.
  3. Mendorong pengesahan UUD perampasan aset koruptor.
  4. Mendesak aparat penegak hukum memberantas mafia korupsi.
  5. Meminta pemerintah tidak menaikkan pajak yang membebani rakyat.
  6. Mengecam keras tindakan aparat yang dinilai brutal dan berlebihan dalam menghadapi aksi massa.
  7. Mendesak pencopotan menteri atau wakil menteri di kabinet yang rangkap jabatan.
  8. Menyarankan aksi unjuk rasa dilakukan secara damai, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak keluar dari nilai-nilai demokrasi.
  9. Meminta semua pihak menahan diri agar situasi bangsa kembali kondusif.

Ajakan Jaga Kondusivitas

Cipayung Plus menegaskan, penyampaian aspirasi rakyat harus tetap dijamin sebagai hak konstitusional, namun masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi.

“Rakyat punya hak menyampaikan aspirasi, tapi harus dengan cara yang bermartabat dan tidak menimbulkan kerugian bagi sesama,” tulis mereka.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh empat organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Papua Tengah, masing-masing:

* GMNI : Jeri Muyapa (Ketua)
* GMKI : Firgo Jitmau (Ketua)
* PMKRI : Michael Edowai (Ketua)
* GAMKI : Steven Pigai (Sekretaris)

Cipayung Plus berharap pernyataan ini dapat menjadi perhatian pemerintah pusat untuk berbenah dan menata Indonesia menuju bangsa yang lebih maju, adil, dan sejahtera. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline