Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Kadis Kominfo Nabire Ingatkan Bahaya Hoaks dan Ajak Masyarakat Jadi Agen Kebenaran

Etty Welerbadge-check


					Kadis Kominfo Nabire Ingatkan Bahaya Hoaks dan Ajak Masyarakat Jadi Agen Kebenaran Perbesar

NABIRE – Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom., mengeluarkan seruan penting kepada masyarakat agar mewaspadai maraknya hoaks dan disinformasi yang mengancam stabilitas sosial dan politik di daerah.

Ajakan ini sejalan dengan pernyataan Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam apel gabungan sebelumnya, yang menegaskan bahwa hoaks dapat memecah belah masyarakat serta melemahkan etika pelayanan publik.

“Informasi kini menyebar dalam hitungan detik. Banyak yang tidak sadar bahwa informasi yang mereka bagikan belum tentu benar. Satu klik bisa membuat kabar bohong merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, memicu kepanikan, bahkan konflik,” ujar Yermias, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, hoaks bukan sekadar kabar palsu, tetapi bisa menjadi alat manipulasi politik dan senjata perpecahan. Ia mencontohkan peristiwa di Papua ketika isu penculikan anak sempat memicu kepanikan massal dan menimbulkan korban jiwa.

“Kalau kita tidak waspada, bukan tidak mungkin peristiwa serupa bisa terulang. Masyarakat tidak boleh mudah terpancing hanya karena video atau foto yang beredar tanpa konteks,” tegasnya.

Jenis hoaks yang beredar, lanjutnya, sangat beragam—mulai dari isu politik, agama, keamanan, pendidikan, hingga kesehatan. Yang paling berbahaya adalah hoaks bermuatan SARA yang berpotensi merusak kohesi sosial di daerah yang majemuk seperti Nabire.

Yermias juga menyoroti kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melahirkan ancaman baru seperti deepfake dan konten sintetis. Hal ini, menurutnya, semakin berbahaya bagi masyarakat yang belum memiliki literasi digital kuat.

“Hoaks sekarang bukan hanya tulisan atau gambar, tapi bisa berupa video dan suara yang seolah-olah berasal dari tokoh publik padahal palsu. Di sinilah pentingnya literasi digital yang berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk menangkal hoaks, Dinas Kominfo Nabire menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:

* Kampanye Literasi Digital di sekolah, gereja, dan komunitas lokal.
* Pelatihan ASN dan Perangkat Kampung sebagai agen informasi yang mampu mendeteksi hoaks.
* Kolaborasi dengan media lokal dan influencer digital untuk menyebarkan informasi faktual.
* Sosialisasi UU ITE dan penegasan sanksi hukum bagi penyebar hoaks.

“Kami percaya, ketika masyarakat diberi akses informasi yang benar serta diedukasi dengan pendekatan partisipatif, hoaks tidak akan punya tempat di Nabire,” ujar Yermias.

Seruan Bersama

Di akhir keterangannya, Yermias mengajak seluruh lapisan masyarakat Nabire untuk menjaga ruang digital tetap sehat.

“Mari kita bersatu menjaga kedamaian. Jangan mudah percaya, jangan mudah terprovokasi. Jadilah agen penyebar kebenaran, bukan penyebar ketakutan,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

18 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260218 wa0059

Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

18 Februari 2026 - 14:01 WIB

Img 20260218 wa0057

Pelaku Penikaman Seorang Penjual Pinang Diduga Kuat KKB

18 Februari 2026 - 13:26 WIB

Img 20260218 wa0115

Terjatuh dan Tenggelam di Sungai, Anak Usia 3 Tahun Ditemukan MD

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Img 20260218 wa0114

Pj Sekda Papua Tengah Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol Bekerja

18 Februari 2026 - 13:17 WIB

Img 20260218 wa0108
Trending di Headline