Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

News

Mendikdasmen Usulkan Program Indonesia Pintar untuk TK, Rp 450 Ribu per Siswa Tak Mampu

adminbadge-check


					Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengusulkan adanya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan besaran bantuan Rp 450 ribu per anak per tahun.

“Ya, PIP untuk TK ini baru kami usulkan di tahun anggaran 2026, sebagai komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Mu’ti menjelaskan, angka bantuan yang diusulkan memang masih relatif kecil. Namun, ia berharap nominal tersebut dapat ditambah pada pembahasan anggaran berikutnya. “Tadi kami usulkan Rp 450 ribu per anak per tahun. Mudah-mudahan bisa bertambah jika ada usulan lanjutan di rapat terbatas,” ujarnya.

Terkait jumlah penerima, Mu’ti menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih melakukan perhitungan. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama penerima PIP tetap siswa dari keluarga tidak mampu.

“Nanti jumlah penerimanya akan kami hitung lagi. Tapi prioritas tetap untuk murid dari keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp 757,82 triliun. Dari jumlah itu, Kemendikdasmen memperoleh pagu indikatif Rp 55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Abdul Mu’ti juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 14,4 triliun. Tambahan dana tersebut direncanakan untuk membiayai sejumlah program prioritas, termasuk PIP TK dan insentif bagi guru non-ASN.

“Dengan pagu anggaran sebesar Rp 55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai. Oleh karena itu, kami mengusulkan tambahan Rp 14,4 triliun untuk mendukung program-program prioritas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline