Menu ✖

Mode Gelap
Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah Siap Dukung Program MBG, Dorong Keterlibatan Petani Lokal Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

News

Harga Beras Medium Naik, Pemerintah Umumkan HET Baru

adminbadge-check


					Harga Beras Medium Naik, Pemerintah Umumkan HET Baru Perbesar

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Kenaikan ini ditetapkan dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan HET Beras, yang berlaku sejak 22 Agustus 2025.

Dalam aturan terbaru tersebut, HET beras medium disesuaikan berdasarkan zona wilayah:

Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat) naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram.

Zona 3 (Maluku dan Papua) naik dari Rp13.500 menjadi Rp15.500 per kilogram.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam keputusan resminya menyebutkan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan karena HET lama sudah tidak sesuai dengan perkembangan biaya produksi dan distribusi.

“Untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras, perlu dilakukan evaluasi terhadap harga eceran beras tertinggi,” tulis keputusan tersebut.

Sementara itu, HET beras premium tidak mengalami perubahan. Harganya tetap:

Rp14.900 per kg di Zona 1

Rp15.400 per kg di Zona 2

Rp15.800 per kg di Zona 3

Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa kebijakan ini sudah melalui pembahasan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) tata kelola perberasan pada 13 Agustus 2025, serta rapat lintas kementerian/lembaga pada 22 Agustus 2025.

“Penyesuaian ini penting agar harga beras di tingkat konsumen sesuai dengan struktur biaya produksi dan distribusi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan,” ujar Andriko dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (25/8).

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap harga beras di pasaran lebih mencerminkan kondisi riil, namun tetap terjangkau bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PELNI Cabang Timika Nonaktifkan Akun Media Sosial, Masyarakat Diimbau Akses Informasi Melalui Kanal Resmi

7 November 2026 - 11:41 WIB

IMG 20261106 WA0000

Senator Eka Kristina Yeimo Murib Raih Penghargaan Indonesia Future Figure Awards 2026

7 November 2026 - 11:38 WIB

IMG 20261107 203618

Lapak Pinang Dibongkar Satpol PP, Mama-Mama OAP Kecewa dan Minta Tempat Jualan yang Layak

7 November 2026 - 09:24 WIB

20261107

Semarak HKN ke-62, Dinkes dan KORMI Mimika Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

7 November 2026 - 09:11 WIB

IMG 20261107 181020

Paniai dalam Bayang-Bayang Militer, SMI-KP Sulut Desak Perlindungan Warga Sipil dan Sampaikan 16 Tuntutan

7 November 2026 - 06:15 WIB

IMG 20261107 WA0010
Trending di News