TIMIKA – Realisasi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika hingga mau akhir Agustus baru mencapai 30 persen atau sekitar Rp1,8 triliun rupiah.
Hal ini disebabkan masih banyaknya pekerjaan yang belum dikerjakan, oleh karena itu Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera bergerak mengerjakan kegiatan-kegiatannya.
“Banyaknya pekerjaan yang belum dikerjakan sangat berdampak pada realisasi daerah. Selain itu, rendahnya serapan anggaran dikarenakan kegiatan fisik di OPD yang belum berjalan. Namun, ada juga yang sudah berjalan tetapi belum dilakukan pembayaran uang muka,” kata Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Disampaikan Bupati bahwa dirinya sudah membuat surat edaran, agar setiap OPD yang pekerjaannya belum jalan, segera memberikan alasan.
“Apabila hingga tanggal 31 Agustus belum ada penjelasan, maka pekerjaan tersebut akan di cut. Jadi, harap segera dikerjakan, tentunya semua dengan ketentuan-ketentuan yang benar,”kata Bupati John.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Malissa mengatakan, penyerapan APBD Mimika tahun 2025 masih sangat rendah pada angka Rp1,8 triliun atau baru mencapai 30 persen dari total anggaran Rp 6,4 triliun.
“Rendahnya penyerapan ini karena penagihan pekerja fisik belum dilakukan, dan penagihan pekerja fisik ini kapan saja mau ditagih bisa langsung lakukan,” ujarnya.
Meskipun penyerapan anggaran hingga Agustus baru mencapai 30 persen, namun ia optimis hingga akhir 2025 penyerapan anggaran dapat mencapai 95 persen. (IT)






