Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Gangguan Telkomsel dan IndiHome di Papua, DPR Papua Tengah Desak Evaluasi Serius

Etty Welerbadge-check


					Gangguan Telkomsel dan IndiHome di Papua, DPR Papua Tengah Desak Evaluasi Serius Perbesar

NABIRE – Layanan broadband 4G Telkomsel dan jaringan IndiHome mengalami gangguan serius di sejumlah wilayah Papua Selatan dan Papua Tengah sejak Sabtu (16/8). Telkomsel melalui General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku dan Papua, Yasrinaldi, menyampaikan permohonan maaf atas penurunan kualitas layanan tersebut yang berdampak pada pelanggan di Merauke, Mimika, Mappi, Asmat, Boven Digoel, Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Kaimana, Waropen, serta Kepulauan Aru.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai persoalan ini seharusnya tidak boleh terus berulang mengingat perkembangan teknologi saat ini semakin maju.

“Ini ironi sekali, sehingga muncul juga guyonan di dunia maya soal kualitas layanan ini. Saya sendiri bertanya-tanya, teknologi seperti apa yang digunakan sampai bisa terjadi gangguan sebesar ini. Ada pihak yang bahkan menduga jangan-jangan kabel yang dipakai itu kabel bekas atau berkualitas rendah,” ujar Suripatty, Selasa (19/8).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya mendesak pihak terkait untuk lebih profesional dalam menangani masalah jaringan telekomunikasi di Papua tengah.

“Saya turut prihatin, dan saya pikir pihak yang bertanggung jawab harus bekerja lebih profesional. Masa kita harus kembali ke kondisi beberapa tahun lalu, ketika orang yang sudah melek internet kini merasa dibatasi hanya karena gangguan jaringan. Padahal kita tahu, satelit-satelit begitu banyak di angkasa, apakah tidak bisa dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan di Papua?” tambahnya.

Suripatty juga berencana mendorong agar persoalan ini dibahas lebih serius di tingkat legislatif. Ia menegaskan pentingnya DPR Papua Tengah bersama DPR RI, khususnya komisi terkait, memanggil dinas dan pihak penyedia layanan telekomunikasi untuk mempertanyakan penyebab sekaligus mencari solusi jangka panjang. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline