Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan Program Pendidikan Sekolah Gratis yang berlaku bagi seluruh siswa SMA dan SMK di wilayah Papua Tengah.

Program ini menjadi langkah strategis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menjelaskan Program ini dilatarbelakangi oleh sejumlah data penting, mulai dari masih rendahnya angka partisipasi sekolah, tingginya jumlah anak putus sekolah, hingga banyaknya siswa dari daerah konflik yang kesulitan melanjutkan pendidikan.

“ Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi salah satu kendala utama, karena banyak orang tua tidak mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak mereka,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat peluncuran sekolah gratis bagi SMA SMK usai upacara HUT RI di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Minggu, (17/8/2025).

Gubernur mengatakan Melalui program ini, sebanyak 124 sekolah tingkat SMA dan SMK akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi Papua Tengah.

“ Rinciannya yakni 31 SMA Negeri, 40 SMA Swasta, 17 SMK Negeri, dan 36 SMK Swasta,” katanya.

Kategori siswa yang menjadi prioritas meliputi anak dari daerah konflik (seperti Puncak Jaya dan Intan Jaya), anak yatim piatu, siswa berkebutuhan khusus (ABK), serta siswa dari keluarga tidak mampu maupun siswa berasrama.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurihaidah menambahkan, pembiayaan yang sebelumnya dibebankan kepada orang tua kini ditanggung pemerintah.

“ Komponen yang dibiayai mencakup: Dana komite dan SPMB untuk sekolah negeri maupun swasta, Gaji guru pada sekolah swasta serta guru honorer sekolah negeri dan Kebutuhan pribadi siswa tertentu sesuai kebijakan,” tambah Nurhaidah.

Ia berharap Melalui program ini angka kelulusan SMP yang melanjutkan ke SMA/SMK semakin meningkat, angka putus sekolah berkurang, serta menekan jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang kelas X, XI, dan XII.

“ Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas SDM Papua Tengah. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak kita tidak lagi terhambat oleh biaya sekolah,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Tahun Melangkah Bersama: TK Santa Theresia Keniapa Wisudakan Angkatan Kelima, Selempang dan Tongkat Jadi Simbol Kesiapan Menuju Masa Depan

7 Juni 2026 - 10:14 WIB

IMG 20260607 WA0053

Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga 

7 Juni 2026 - 10:08 WIB

IMG 20260607 WA0194

Pemkab Mimika dan PTFI Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Sinergi Kunci Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 10:05 WIB

IMG 20260607 WA0046

Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 Dorong UMKM Papua Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

7 Juni 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260607 WA0032

Sosialisasi WHO 2026 Dorong UMKM Papua Percepat Sertifikasi Halal

7 Juni 2026 - 09:50 WIB

IMG 20260607 WA0030
Trending di Headline