Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program Sekolah Gratis, 124 SMA dan SMK Jadi Sasaran Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan Program Pendidikan Sekolah Gratis yang berlaku bagi seluruh siswa SMA dan SMK di wilayah Papua Tengah.

Program ini menjadi langkah strategis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menjelaskan Program ini dilatarbelakangi oleh sejumlah data penting, mulai dari masih rendahnya angka partisipasi sekolah, tingginya jumlah anak putus sekolah, hingga banyaknya siswa dari daerah konflik yang kesulitan melanjutkan pendidikan.

“ Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi salah satu kendala utama, karena banyak orang tua tidak mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak mereka,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat peluncuran sekolah gratis bagi SMA SMK usai upacara HUT RI di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Minggu, (17/8/2025).

Gubernur mengatakan Melalui program ini, sebanyak 124 sekolah tingkat SMA dan SMK akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi Papua Tengah.

“ Rinciannya yakni 31 SMA Negeri, 40 SMA Swasta, 17 SMK Negeri, dan 36 SMK Swasta,” katanya.

Kategori siswa yang menjadi prioritas meliputi anak dari daerah konflik (seperti Puncak Jaya dan Intan Jaya), anak yatim piatu, siswa berkebutuhan khusus (ABK), serta siswa dari keluarga tidak mampu maupun siswa berasrama.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurihaidah menambahkan, pembiayaan yang sebelumnya dibebankan kepada orang tua kini ditanggung pemerintah.

“ Komponen yang dibiayai mencakup: Dana komite dan SPMB untuk sekolah negeri maupun swasta, Gaji guru pada sekolah swasta serta guru honorer sekolah negeri dan Kebutuhan pribadi siswa tertentu sesuai kebijakan,” tambah Nurhaidah.

Ia berharap Melalui program ini angka kelulusan SMP yang melanjutkan ke SMA/SMK semakin meningkat, angka putus sekolah berkurang, serta menekan jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang kelas X, XI, dan XII.

“ Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas SDM Papua Tengah. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak kita tidak lagi terhambat oleh biaya sekolah,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dispora Deiyai Serahkan Bantuan Perlengkapan dan Pelatihan Olahraga, Persidei Apresiasi Dukungan Pemerintah

16 Februari 2026 - 11:57 WIB

Img 20260216 wa0173

Bertemu Dua Kelompok Yang Bertikai di Kapiraya, Kompol Onisimus : Situasi Sudah Aman 

16 Februari 2026 - 11:29 WIB

Img 20260216 wa0143

Pascapenembakan di Boven Digoel, Wamendagri Minta Pemda Bantu Pengungsi dan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

16 Februari 2026 - 02:19 WIB

Img 20260214 wa0003

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266
Trending di Headline