Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

News

Prabowo Ungkap 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, dari Pangan hingga Pertahanan

adminbadge-check


					Prabowo Ungkap 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, dari Pangan hingga Pertahanan Perbesar

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah instrumen utama untuk mewujudkan ekonomi tangguh, mandiri, dan sejahtera. APBN, menurutnya, harus digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat.

Dalam Pidato Pengantar Rancangan APBN (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna MPR RI, Jumat (15/8/2025), Presiden menyampaikan bahwa RAPBN 2026 akan mengedepankan delapan agenda prioritas.

  1. Ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa
    Pemerintah menargetkan swasembada beras dan jagung untuk menjamin stabilitas harga dan kesejahteraan petani/nelayan. Langkah strategis meliputi pencetakan sawah baru, pupuk subsidi tepat sasaran, bibit unggul, modernisasi alat pertanian, dan pembiayaan murah.

  2. Ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa
    Fokus pada peningkatan produksi migas, stabilisasi harga energi, dan percepatan transisi menuju energi bersih berbasis surya, hidro, dan panas bumi. Subsidi energi dipastikan tepat sasaran, tidak lagi dinikmati kelompok mampu.

  3. Makan Bergizi Gratis (MBG)
    Menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa, ibu hamil, dan balita. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru.

  4. Pendidikan bermutu untuk SDM berdaya saing global
    Dengan anggaran Rp 757,8 triliun — terbesar dalam sejarah — pemerintah fokus pada peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri.

  5. Kesehatan berkualitas, adil, dan merata
    Penguatan layanan JKN, revitalisasi rumah sakit, percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular, cek kesehatan gratis, serta peningkatan fasilitas kesehatan.

  6. Penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KMDP)
    Sebanyak 80 ribu KMDP difungsikan untuk memudahkan akses sembako, pupuk, dan pembiayaan murah di desa. Program ini diharapkan menggerakkan ekonomi lokal dan menghapus kemiskinan.

  7. Pertahanan semesta untuk kedaulatan bangsa
    Modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, dukungan industri strategis nasional, dan peningkatan kesejahteraan prajurit.

  8. Percepatan investasi dan perdagangan global
    Melalui peran Danantara dan swasta, pemerintah mendorong investasi produktif, pembangunan 770 ribu rumah rakyat, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok dunia.

“APBN adalah katalis. Peran Danantara dan swasta harus menjadi motor penggerak ekonomi,” pungkas Presiden.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline