Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program

Etty Welerbadge-check


					Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program Perbesar

NABIRE – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Nabire berlangsung sejak 9 hingga 14 Agustus 2025, dengan total sekitar 20 ton telah didistribusikan di enam titik. Harga jual beras SPHP di lokasi ini dipatok Rp 13.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) untuk Papua dan Papua Tengah yang sebesar Rp 13.500/kg.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini difokuskan di Nabire karena beras SPHP untuk wilayah lain seperti Timika dan Puncak Jaya disuplai dari Jayapura dan Wamena.

“Harganya masih di bawah HET. Operasi pasar murah ini membantu stabilitas inflasi di Papua Tengah karena salah satu penyumbang inflasi adalah beras. Kami akan awasi pasar tradisional dan kalau ada harga di atas HET, akan dilakukan operasi pasar lagi,” ujar Alfred di Aula Polres Nabire, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, stok SPHP saat ini tersedia di Nabire, dan jika habis akan diajukan permintaan tambahan untuk disalurkan ke Polres lain di wilayah Polda Papua Tengah.

Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman, menambahkan bahwa selain di titik-titik pasar murah, warga Nabire bisa membeli beras SPHP di empat kios mitra Bulog di Pasar Kalibobo.

“Harga sesuai HET, Rp 13.500/kg. Kalau ada penjual yang mematok harga di atas HET, jangan dibeli dan segera laporkan ke Bulog atau kepolisian,” tegas Dedi.

Bulog menetapkan HET beras SPHP bervariasi sesuai wilayah: Rp 12.500/kg untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100/kg untuk Sumatera (non-Lampung dan non-Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500/kg untuk Papua dan Papua Tengah.

Program SPHP di Nabire merupakan kerja sama antara Bulog, Polda Papua Tengah, dan Polres Nabire untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bappenas: Usulan Infrastruktur Papua Tak Cukup Sekadar Diajukan, Daerah Harus Siapkan Dokumen Teknis

1 Agustus 2026 - 01:42 WIB

IMG 20260731 WA0052

SMP dan SMAN 5 Sentra Pendidikan Lolos ke Perempat Final, Bidik Gelar Juara di Ajang Multi dan Single Event 2026

1 Agustus 2026 - 01:36 WIB

IMG 20260801 103150

Bappenas Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Percepatan Pembangunan Papua Difokuskan pada 19 Program Prioritas

1 Agustus 2026 - 00:32 WIB

IMG 20260731 WA0045

TNI Kirim 2 Ton Sembako dan Tim Medis ke Tiga Distrik di Puncak, Warga Terdampak Krisis Pangan Akibat El Nino

1 Agustus 2026 - 00:26 WIB

IMG 20260801 092617

ALEKS PIGAI: BERJALAN PULUHAN KILOMETER DEMI MIMPI, KINI MENJADI TERANG BAGI PAPUA TENGAH

1 Agustus 2026 - 00:07 WIB

IMG 20260801 WA0000
Trending di Headline