Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program

Etty Welerbadge-check


					Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program Perbesar

NABIRE – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Nabire berlangsung sejak 9 hingga 14 Agustus 2025, dengan total sekitar 20 ton telah didistribusikan di enam titik. Harga jual beras SPHP di lokasi ini dipatok Rp 13.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) untuk Papua dan Papua Tengah yang sebesar Rp 13.500/kg.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini difokuskan di Nabire karena beras SPHP untuk wilayah lain seperti Timika dan Puncak Jaya disuplai dari Jayapura dan Wamena.

“Harganya masih di bawah HET. Operasi pasar murah ini membantu stabilitas inflasi di Papua Tengah karena salah satu penyumbang inflasi adalah beras. Kami akan awasi pasar tradisional dan kalau ada harga di atas HET, akan dilakukan operasi pasar lagi,” ujar Alfred di Aula Polres Nabire, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, stok SPHP saat ini tersedia di Nabire, dan jika habis akan diajukan permintaan tambahan untuk disalurkan ke Polres lain di wilayah Polda Papua Tengah.

Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman, menambahkan bahwa selain di titik-titik pasar murah, warga Nabire bisa membeli beras SPHP di empat kios mitra Bulog di Pasar Kalibobo.

“Harga sesuai HET, Rp 13.500/kg. Kalau ada penjual yang mematok harga di atas HET, jangan dibeli dan segera laporkan ke Bulog atau kepolisian,” tegas Dedi.

Bulog menetapkan HET beras SPHP bervariasi sesuai wilayah: Rp 12.500/kg untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100/kg untuk Sumatera (non-Lampung dan non-Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500/kg untuk Papua dan Papua Tengah.

Program SPHP di Nabire merupakan kerja sama antara Bulog, Polda Papua Tengah, dan Polres Nabire untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline