Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

PT Freeport Indonesia Gelar Operasi Katarak dan Pemeriksaan Mata Bagi Pelajar di Nabire

Etty Welerbadge-check


					PT Freeport Indonesia Gelar Operasi Katarak dan Pemeriksaan Mata Bagi Pelajar di Nabire Perbesar

NABIRE – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan bakti sosial berupa operasi katarak gratis dan pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar di Kabupaten Nabire. Program yang berlangsung sejak 11 Juli hingga 14 Agustus 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengapresiasi langkah PTFI yang dinilai telah membantu ribuan warga dan pelajar mendapatkan akses kesehatan mata.

“Di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Nabire, ada sekitar 1.043 pelajar yang diperiksa matanya. Dari jumlah itu, 400–500 anak diketahui mengalami gangguan penglihatan dan langsung mendapat bantuan kacamata dari PTFI,” ujar Gubernur saat menghadiri penyerahan simbolis kacamata di RSUD Nabire, Rabu (13/8).

Selain untuk pelajar, PTFI juga menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat umum. Kegiatan ini menargetkan 80 pasien utama dan 6 pasien cadangan. Operasi berlangsung di RSUD Nabire dan Klinik Mata Rihensa sejak 11 Agustus dan masih berjalan hingga puncak acara bakti sosial pada 13 Agustus.

“Kacamata itu harganya mahal. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak sekolah. Untuk operasi katarak, pasien yang tadinya kesulitan melihat kini punya harapan kembali. Ini langkah kemanusiaan yang patut kita dukung,” tambah Gubernur.

Berdasarkan jadwal yang dirilis PTFI, kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan pendaftaran pada 10–25 Juli, dilanjutkan screening awal dan lanjutan hingga 28 Juli. Pemeriksaan mata pelajar dilakukan pada 5–8 Agustus, dan operasi katarak dilaksanakan 11–13 Agustus, dengan kontrol pascaoperasi pada 14 Agustus.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemprov Papua Tengah memiliki program Kosehat, yang bertujuan mengaktifkan satu puskesmas di setiap kabupaten untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dari tingkat dasar.

“Rumah sakit tidak harus menanggung semua beban. Dengan puskesmas yang aktif, layanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat lebih cepat,” ujarnya.

Komitmen PTFI

Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat Papua.

“Setiap peringatan 17 Agustus, kami selalu mengadakan kegiatan sosial. Pemeriksaan mata ini kami pilih karena berdampak langsung pada kualitas hidup, terutama bagi pelajar. Anak-anak yang matanya sehat akan belajar lebih baik,” kata Claus.

PTFI berencana melanjutkan program serupa di wilayah lain di Papua Tengah dan Papua pada tahun-tahun berikutnya, menyesuaikan kebutuhan dan prioritas daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline