Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

News

13 Tahun Vakum, SD Inpres Amuma Yahukimo Tak Beroperasi: Anak-anak Terlantar Tanpa Pendidikan

adminbadge-check


					13 Tahun Vakum, SD Inpres Amuma Yahukimo Tak Beroperasi: Anak-anak Terlantar Tanpa Pendidikan Perbesar

YAHUKIMO – Selama lebih dari satu dekade, Sekolah Dasar (SD) Inpres Amuma di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, mengalami kevakuman total. Proses belajar-mengajar di sekolah tersebut dilaporkan tidak berjalan sejak tahun 2013 hingga 2025, menyebabkan ratusan anak kehilangan hak dasar mereka untuk mendapatkan pendidikan.

Informasi ini diterima oleh Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua pada Senin, 28 Juli 2025, melalui laporan langsung dari Ardi Usha Layge Payage, SH. Ia menyampaikan kondisi sekolah tersebut usai melakukan pemantauan di lapangan. Dalam laporannya, Ardi menyoroti bahwa selama 13 tahun tidak ada proses belajar aktif, dan selama 9 tahun terakhir tidak satu pun siswa mengikuti ujian akhir sekolah.

“Kondisi ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana masa depan anak-anak di Distrik Amuma jika pendidikan mereka dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun?” tegas Ardi dalam laporannya.

Tidak Ada Guru Aktif, Sekolah Kosong

Kevakuman ini disebut terjadi karena para guru yang seharusnya bertugas di SD Inpres Amuma tidak pernah hadir dan aktif mengajar. Keberadaan mereka di lapangan nihil, sehingga sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Situasi ini dinilai sangat merugikan anak-anak yang kehilangan haknya atas pendidikan, serta mencoreng tanggung jawab negara terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah tertinggal. Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua menilai para guru yang menerima gaji namun tidak menjalankan tugas sebagai “makan gaji buta” dan merugikan negara.

“Guru yang tidak menjalankan tugasnya bukan hanya melanggar sumpah profesi, tetapi juga melanggar hak anak dan masa depan satu generasi di daerah ini,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan, Theo Hesegem.

Rekomendasi Mendesak untuk Pemerintah Yahukimo

Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib generasi muda di Distrik Amuma, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua bersama Forum Pemberantasan Minuman Keras dan Narkoba Provinsi Papua Pegunungan mengeluarkan beberapa rekomendasi dan desakan kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo:

1. Melakukan pemantauan langsung ke SD Inpres Amuma untuk mengecek kondisi riil di lapangan.

2. Segera mengambil tindakan tegas terhadap para guru yang tidak menjalankan tugas selama bertahun-tahun.

3. Mengaktifkan kembali operasional sekolah demi menyelamatkan masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

4. Memastikan pemenuhan hak pendidikan anak-anak, dan memproses pihak-pihak yang telah melalaikan tanggung jawabnya sesuai peraturan yang berlaku.

Harapan untuk Masa Depan Anak Papua

Theo Hesegem menegaskan, pendidikan adalah hak dasar anak-anak yang dijamin oleh undang-undang. Jika sistem pendidikan gagal berjalan di wilayah-wilayah terpencil, maka negara sedang menciptakan ketimpangan pembangunan yang akut.

“Negara tidak boleh abai. Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Yahukimo, harus segera bertindak. Pendidikan adalah tangga pertama menuju perubahan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline