Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Datangi Kantor Gubernur Papua Tengah, Puluhan Pencaker OAP Tagih Janji Gubernur “Kami Mau Jadi Tuan di Tanah Sendiri”

Etty Welerbadge-check


					Datangi Kantor Gubernur Papua Tengah, Puluhan Pencaker OAP Tagih Janji Gubernur “Kami Mau Jadi Tuan di Tanah Sendiri” Perbesar

NABIRE — Puluhan pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah yang berlokasi di Bandara Lama Nabire, Senin pagi (14/7/2025), menuntut keadilan dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan tenaga honorer tahun 2025.

Sejak pukul 08.30 WIT, massa aksi yang menamakan diri sebagai Team Peduli CASN Provinsi Papua Tengah memadati halaman kantor gubernur. Mereka datang dari berbagai kalangan — pemuda, orang tua, hingga ibu-ibu — dengan satu tujuan: memperjuangkan hak dasar OAP untuk mendapatkan porsi besar dalam formasi ASN.

Aksi berlangsung damai di bawah pengawasan aparat kepolisian dan Satpol PP yang telah berjaga sejak pagi.

Mereka membawa tujuh poin aspirasi utama, yang disuarakan secara lantang:

  1. OAP Harus Jadi Prioritas! Mereka menuntut formasi CPNS, PPPK, K2, database, dan tenaga kontrak tahun 2025 memprioritaskan OAP.
  2. Terapkan Kode R 90% sesuai surat edaran Gubernur Papua Tengah yang menjanjikan kuota 90% bagi OAP.
  3. Akui Hak Kami di CPNS 2024 — mereka meminta pencaker berkode R tetap diakomodasi karena masih rendahnya jumlah ASN OAP.
  4. Gubernur & BPKSDM Diminta Tegas menindaklanjuti instruksi KemenPAN-RB tentang kuota 90% OAP.
  5. Evaluasi RDP dan Janji DPR — mereka menuntut hasil rapat bersama Gubernur dan DPR diumumkan terbuka serta jadwal seleksi disampaikan.
  6. Keadilan dan Pemerataan — aksi ini menyuarakan kesenjangan yang selama ini dirasakan oleh OAP dalam sektor kerja pemerintahan.
  7. Perjuangan Harga Diri — mereka menegaskan, ini bukan sekadar soal pekerjaan, tapi soal martabat dan masa depan orang Papua Tengah.

“Kami berdiri di sini bukan untuk meminta-minta, tapi untuk menagih janji dan menuntut keadilan. Kami mau jadi tuan di tanah sendiri!” ujar salah satu peserta aksi dengan suara bergetar.

Sampai berita ini diterbitkan, aksi masih berlangsung di depan Kantor Gubernur Papua Tengah. Belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan ini. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri

26 Mei 2026 - 05:37 WIB

IMG 20260526 WA0009

Hadiri Peresmian Guest House Elvis Tabuni, Melkianus Mote Terima Cinderamata dari Bupati Puncak

26 Mei 2026 - 05:32 WIB

IMG 20260526 WA0006

Mahasiswa Papua Semarang Soroti Militerisme dan dampaknya di Papua: Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil OAP

26 Mei 2026 - 05:09 WIB

IMG 20260526 WA0001

Bupati Mimika Johannes Rettob Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden di Masjid Al-Ikhlas SP 1 Timika

26 Mei 2026 - 02:52 WIB

IMG 20260526 WA0003

Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga Pendulang Emas Dari Wilayah Rawan Gangguang Keamanan di Awimbon 

25 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260525 WA0084
Trending di Headline