JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026 akan berlangsung selama lima hari, lebih lama dari tahun sebelumnya yang hanya tiga hari. Perpanjangan durasi ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
“Kami merencanakan MPLS tahun ini lima hari, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya tiga hari,” ujar Mu’ti di Jakarta, Kamis (3/7/2025), seperti dikutip dari Antara.
MPLS akan dimulai serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 14 Juli 2025. Tujuan utama dari program ini adalah membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal sistem belajar, fasilitas, serta membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya, guru, dan staf sekolah.
Lebih Edukatif, Ramah Anak, dan Bebas Kekerasan
MPLS tahun ini akan mengedepankan pendekatan edukatif dan menyenangkan, sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. Kegiatan wajib bersifat ramah anak, tanpa unsur perpeloncoan, intimidasi, atau kekerasan dalam bentuk apa pun.
Berikut poin-poin penting tata tertib MPLS yang harus dipatuhi oleh semua sekolah dari jenjang SD hingga SMA:
-
Perencanaan dan pelaksanaan MPLS sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru.
-
Siswa senior dan alumni tidak diperkenankan terlibat sebagai panitia atau pelaksana.
-
Kegiatan diselenggarakan di lingkungan sekolah, kecuali jika tidak memungkinkan karena keterbatasan fasilitas.
-
Materi dan aktivitas bersifat edukatif dan relevan dengan tujuan pengenalan sekolah.
-
Wajib menggunakan seragam resmi sekolah, tanpa atribut aneh atau tidak relevan.
-
Tidak boleh ada tugas atau aktivitas yang merendahkan siswa baru.
-
Tidak boleh ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun.
Selain itu, kegiatan MPLS dapat melibatkan tenaga kependidikan yang kompeten sesuai materi yang diberikan, seperti psikolog, konselor, atau narasumber dari lembaga pendidikan.
Mendikdasmen: MPLS Harus Tinggalkan Kesan Positif
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa perpanjangan durasi MPLS bukan untuk menambah beban siswa, melainkan memberi ruang adaptasi yang lebih sehat, menyenangkan, dan bermanfaat.
“Kami ingin siswa baru memulai masa sekolahnya dengan kesan yang positif dan penuh semangat. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka,” tegasnya.








