Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

DPD RI Tinjau Empat Pulau Sengketa di Aceh Singkil, Nelayan Desak Pemerintah Bangun Fasilitas Penunjang

adminbadge-check


					DPD RI Tinjau Empat Pulau Sengketa di Aceh Singkil, Nelayan Desak Pemerintah Bangun Fasilitas Penunjang Perbesar

Singkil Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (22/6/2025), untuk meninjau langsung kondisi empat pulau yang sebelumnya sempat menjadi sengketa wilayah antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Dalam kunjungan tersebut, para nelayan yang tergabung dalam Gerakan Serikat Nelayan Aceh Singkil (GANAS) menyampaikan aspirasi dan sejumlah permintaan kepada pemerintah. Mereka berharap ada pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat status hukum keempat pulau serta mendukung kelestarian dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Ketua GANAS Aceh Singkil, Rahmi Yasir, mengungkapkan beberapa usulan utama nelayan, seperti pembangunan dermaga tambat perahu, rumah singgah bagi nelayan, dan pos pantau terpadu. Ia juga menyoroti pentingnya fasilitas penanda batas wilayah, termasuk keberadaan menara mercusuar di Karang Raja Uda dan Ujung Si Manuk-Manuk.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah memberi perhatian atas status empat pulau ini. Meski sebelumnya berpolemik dan sempat dinyatakan masuk wilayah Tapanuli Tengah, kini kami bersyukur karena pulau-pulau itu telah resmi kembali ke wilayah Aceh,” ujar Rahmi.

Lebih lanjut, Rahmi mendesak pemerintah daerah hingga pusat untuk mengambil langkah konkret guna memperjelas status hukum empat pulau tersebut, termasuk dengan membangun infrastruktur di atasnya agar tidak kembali dipersengketakan di masa mendatang.

“Kalau sudah ada bangunan pemerintah di sana, statusnya akan lebih jelas, dan pulau-pulau ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan nelayan dan dikembangkan sebagai destinasi wisata,” tambahnya.

Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga dan mengelola empat pulau itu setelah kembali ke pangkuan Aceh.

“Jangan hanya sibuk berjuang saat pulau ini hilang, lalu setelah dikembalikan malah tidak diurus. Sekarang saatnya kita bergerak membangun,” tegas Azhari.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan kawasan ini bukan hanya untuk menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga untuk mendorong potensi ekonomi lokal, khususnya melalui sektor pariwisata.

Pemkab Aceh Singkil sendiri telah menyatakan komitmennya untuk menata dan mengembangkan empat pulau tersebut sebagai destinasi wisata unggulan. Upaya ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat identitas wilayah perbatasan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline