Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Gus Hilmy: Serangan AS ke Iran Langgar Hukum Internasional, PBB Harus Bertindak

adminbadge-check


					Gus Hilmy: Serangan AS ke Iran Langgar Hukum Internasional, PBB Harus Bertindak Perbesar

JAKARTA – Senator DPD RI asal DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad, MA, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga kota di Iran. Ia menyebut tindakan ini sebagai kejahatan negara yang harus dihadapi secara kolektif oleh komunitas internasional yang masih menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan global.

“Atas nama kemanusiaan, kita menolak keras agresi militer Amerika. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum internasional, tapi juga penghinaan terhadap nilai-nilai demokrasi, HAM, dan supremasi hukum yang selama ini mereka gembar-gemborkan. Demokrasi ala Amerika hanyalah sampah yang tidak pantas dijadikan panutan dunia,” tegas Gus Hilmy—sapaan akrab Senator Hilmy Muhammad—dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/6/2025).

Menurutnya, serangan ini bukan sekadar tindakan sepihak, melainkan bagian dari skenario geopolitik imperialis yang dibungkus isu keamanan global.

“Ini bukan soal nuklir. Wakil Presiden AS JD Vance bilang mereka ‘tidak berperang dengan Iran’, hanya menargetkan program nuklir. Tapi dunia tahu, ini tentang dominasi global dan kepentingan Zionis Israel yang makin kehilangan legitimasi moral. AS melanggar kedaulatan negara lain dan memperlebar konflik. Ini bukan hanya melanggar hukum—ini penghinaan terhadap akal sehat,” ujar Katib Syuriyah PBNU itu.

Gus Hilmy juga menyebut bahwa tindakan AS ini mencerminkan kegelisahan Israel yang mulai kehilangan kendali menghadapi perlawanan dari Iran dan sekutunya.

“Ketika Israel mulai goyah, Amerika maju sebagai algojo. Ini bukan koalisi perdamaian, tapi koalisi penjajah.”

Sebagai wakil daerah yang terikat pada konstitusi dan nilai-nilai Pancasila, Gus Hilmy menilai bahwa sikap diam Indonesia terhadap agresi ini justru bentuk pengkhianatan terhadap misi luhur bangsa.

“Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas. Panggil Duta Besar AS, sampaikan nota protes diplomatik, dan ambil langkah nyata di PBB, OKI, dan Gerakan Non-Blok. Jangan hanya sekadar prihatin. Saatnya berdiri di sisi korban, bukan pelaku,” serunya.

Lebih lanjut, ia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki serangan ini dan mengambil tindakan tegas terhadap AS atas pemboman yang menewaskan warga sipil Iran.

“Setidaknya ada tiga hal yang harus kita tuntut kepada dunia internasional,” jelas anggota Komite II DPD RI tersebut:

  1. AS harus bertanggung jawab di hadapan Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional atas pelanggaran HAM dan agresi terhadap negara berdaulat.

  2. PBB harus membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki dampak pemboman terhadap warga sipil dan infrastruktur Iran.

  3. Hentikan standar ganda! Dunia harus memperlakukan semua bangsa secara adil, termasuk Palestina dan Iran.

Gus Hilmy menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal regional, melainkan ujian moral bagi seluruh dunia.

“Jika dunia diam hari ini, maka dunia sedang menggali liang kubur bagi nilai-nilai keadilan yang selama ini dijunjung. Kita tak boleh menjadi pengecut yang hanya bersuara saat aman. Pancasila, UUD 1945, dan sejarah diplomasi kita menuntut keberanian.”

Menutup pernyataannya, Gus Hilmy mengingatkan amanat konstitusi Indonesia.

“Bangsa ini dipanggil untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Itu bukan sekadar kalimat hiasan—itu kompas moral kita. Dan saat ini, arah kompas itu sangat jelas: berdiri melawan kezaliman Amerika dan mendukung rakyat Iran serta Palestina yang terus diperangi.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline