NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa membuka kegiatan Pelatihan dan Motivasi Pengembangan Diri Sumber Daya Manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP), yang digagas oleh TP PKK Propinsi Papua Tengah. Kegiatan berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, terhitung 13–14 Juni 2025 dan menghadirkan narasumber inspiratif yaitu Kaka Jose. Pelatihan ini diikuti oleh para pemuda dan pemudi asli Papua dari berbagai wilayah.
Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya disiplin, kolaborasi, dan kerja keras sebagai fondasi keberhasilan. Ia menegaskan bahwa kemajuan tidak selalu ditentukan oleh pendidikan tinggi di luar negeri, melainkan oleh tekad dan ketekunan dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki.
“Kalau saya bilang jam 8, ya jam 8. Disiplin itu menunjukkan siapa kita. Tidak perlu sekolah sampai Amerika untuk bisa sukses. Kita bisa berhasil dari sini, dari tanah kita sendiri — asalkan kita mau berjuang,” tegas Meki Nawipa, dengan gaya lugas dan membumi.
Meki juga mengutip teori dari tokoh dunia seperti Bill Gates yang menyebut bahwa waktu produktif manusia hanya sekitar 13 tahun dalam masa hidupnya. Maka dari itu, waktu yang singkat itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“13 tahun itu waktu emas. Jangan kerja sendiri. Orang Papua harus belajar kerja tim. Kalau kita gabung otak kita, kita bisa sukses bersama. Pilot saja harus ganti-ganti untuk sampai Amerika — karena satu otak itu terbatas,” tambahnya.
Tak hanya memotivasi dari sisi mental dan spiritual, Gubernur juga membagikan ide-ide sederhana namun solutif dalam bidang kewirausahaan. Salah satunya adalah konsep beternak ayam rumahan dengan pakan dari sisa tanaman seperti kangkung, bayam, dan ubi yang bisa dilakukan tanpa modal besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TP PKK Papua Tengah dalam membina dan membangkitkan potensi generasi muda Orang Asli Papua, agar mampu berdiri tegak di atas tanahnya sendiri dengan penuh harga diri, kompetensi, dan kepercayaan diri.
“Jangan pernah percaya lebih dulu pada orang luar. Kita lahir di sini, besar di sini, dan akan berkarya di sini. Kalau orang luar datang saat semuanya baik, dia akan pergi saat semuanya sulit. Tapi kita tetap di sini — karena ini tanah kita,” pungkas Nawipa.(MB)






