NABIRE — Dalam peresmian gedung baru Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Getsemani SP 3 Wadio dan perayaan HUT ke-42 jemaat tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan pesan mendalam yang menggugah hati jemaat dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang nyata melalui berdirinya gedung gereja baru. Ia menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan hanya soal batu dan semen, tetapi tentang iman, kesetiaan, dan semangat pelayanan umat Tuhan.
“Ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi simbol dari kesetiaan Tuhan dan kerja iman umat-Nya,” ujar Gubernur Meki Nawipa, dalam sambutan Jumat, (13/6/2025)
Meki Nawipa yang juga adalah bagian dari keluarga besar GKII, menyampaikan secara pribadi bagaimana pelayanan gereja ini telah membentuk dirinya sejak kecil. Ia menegaskan bahwa keberhasilannya menjadi gubernur adalah buah dari fondasi iman dan pendidikan yang ditanamkan oleh gereja.
“Saya bisa jadi gubernur bukan karena saya hebat, tapi karena ada fondasi pelayanan gereja ini. Puji Tuhan!” tuturnya penuh haru.
Ia juga menyinggung bagaimana para misionaris dari Christian Missionary Alliance di Amerika telah mendoakannya sebelum menjabat sebagai Gubernur Papua Tengah, yang menurutnya menjadi bagian dari panggilan dan penyertaan Tuhan atas hidupnya.
Lebih jauh, Gubernur menekankan bahwa gereja harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pendidikan. Ia memperingatkan bahwa tanpa perhatian terhadap pendidikan, gereja di masa depan bisa kehilangan generasi penerusnya.
“GKII dan semua gereja harus jadi motor kampanye pendidikan. Tanpa anak-anak yang sekolah dan berkarakter takut akan Tuhan, satu saat gereja akan kosong,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan yang hanya mencetak orang pintar tanpa iman dan karakter tidak akan cukup untuk membangun tanah Papua. Ia menyerukan agar gereja aktif menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang setia kepada Kristus.
“Orang boleh pintar, tapi tidak menjamin dia takut Tuhan. Maka dasar pendidikan harus iman dan takut akan Tuhan,” imbuhnya.
Ia pun mengajak jemaat untuk tidak melupakan lagu-lagu pujian yang membangkitkan roh iman, serta terus berpegang pada firman Tuhan dalam segala keadaan.
Gubernur menutup sambutannya dengan seruan untuk persatuan umat Kristen lintas denominasi serta semangat untuk membangun hari esok yang lebih baik bersama Tuhan.
“Mau dari GKII, GIDI, Katolik, atau siapa saja — kita bersaudara. Kita anak-anak Tuhan. Besok harus lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.
Peresmian gedung baru GKII Getsemani SP3 ini menjadi momentum spiritual dan sosial yang berharga bagi masyarakat Nabire. Di usia ke-42, jemaat ini diharapkan terus menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitarnya. (MB)








