Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop

Etty Welerbadge-check


					Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop Perbesar

TIMIKA – Kepolisian Mimika saat ini sudah mengambil keterangan terhadap 6 orang saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Jadi untuk kasus kita masih dalam lidik, dalam arti masih melengkapi keterangan dari saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti. Sudah ada 6 saksi yang sudah kita minta keterangan tentunya akan bertambah karena ada beberapa yang belum kita mintai keterangan,”kata Kapolres Mimika,AKBP Billyandha Hildiario, Rabu (11/06/2025).

Ia juga menyatakan, secepatnya akan tetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan rilis hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi jembatan itu,” kata AKBP Billyandha.

Menurut Kapolres dalam penanganan kasus korupsi ini harus lebih hati-hati,sehingga butuh waktu yang lama.

“Penyelidikan kasus korupsi ini sesuai komitmen awal bahwa selama menjabat sebagai Kapolres Mimika harus menyelesaikan satu kasus korupsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga menyampaikan bahwa tidak benar adanya pemberitaan yang mana dinonjobkan salah satu pejabat Polres yaitu Kanit Tipikor itu ada kaitan dengan pengungkapan kasus ini.

“Itu tidak benar, jadi bahasanya mutasi itu dalam rangka penyegaran kemudian untuk kebutuhan personil di Polda Papua Tengah, mengingat Polda Papua Tengah juga baru dan masih membutuhkan banyak personil jadi memang perlu perkuatan,”ungkapnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

18 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260218 wa0059

Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

18 Februari 2026 - 14:01 WIB

Img 20260218 wa0057

Pelaku Penikaman Seorang Penjual Pinang Diduga Kuat KKB

18 Februari 2026 - 13:26 WIB

Img 20260218 wa0115

Terjatuh dan Tenggelam di Sungai, Anak Usia 3 Tahun Ditemukan MD

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Img 20260218 wa0114

Pj Sekda Papua Tengah Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol Bekerja

18 Februari 2026 - 13:17 WIB

Img 20260218 wa0108
Trending di Headline