Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop

Etty Welerbadge-check


					Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop Perbesar

TIMIKA – Kepolisian Mimika saat ini sudah mengambil keterangan terhadap 6 orang saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Jadi untuk kasus kita masih dalam lidik, dalam arti masih melengkapi keterangan dari saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti. Sudah ada 6 saksi yang sudah kita minta keterangan tentunya akan bertambah karena ada beberapa yang belum kita mintai keterangan,”kata Kapolres Mimika,AKBP Billyandha Hildiario, Rabu (11/06/2025).

Ia juga menyatakan, secepatnya akan tetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan rilis hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi jembatan itu,” kata AKBP Billyandha.

Menurut Kapolres dalam penanganan kasus korupsi ini harus lebih hati-hati,sehingga butuh waktu yang lama.

“Penyelidikan kasus korupsi ini sesuai komitmen awal bahwa selama menjabat sebagai Kapolres Mimika harus menyelesaikan satu kasus korupsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga menyampaikan bahwa tidak benar adanya pemberitaan yang mana dinonjobkan salah satu pejabat Polres yaitu Kanit Tipikor itu ada kaitan dengan pengungkapan kasus ini.

“Itu tidak benar, jadi bahasanya mutasi itu dalam rangka penyegaran kemudian untuk kebutuhan personil di Polda Papua Tengah, mengingat Polda Papua Tengah juga baru dan masih membutuhkan banyak personil jadi memang perlu perkuatan,”ungkapnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanuddin, Fondasi Rusak Jadi Prioritas

23 Oktober 2026 - 13:06 WIB

20261022

Peserta IFRC Berbagi Pengetahuan Keselamatan kepada Pelajar di Timika

23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261023 WA0109

Beni Ugidipi Yogi Imbau Warga Paniai Timur Jaga Kawasan Keramat dan Tanah Adat

23 Oktober 2026 - 12:47 WIB

IMG 20261023 WA0106

Transformasi Digital Kesehatan, Rumah Sakit di Papua Tengah Didorong Tingkatkan Kualitas Data

23 Oktober 2026 - 12:19 WIB

IMG 20261023 WA0105

Kasus Berdarah di Samabusa, Sat Reskrim Polres Nabire Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

IMG 20261023 WA0103
Trending di Headline