Menu

Mode Gelap
OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

Headline

Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop

Etty Welerbadge-check


					Polisi Minta Keterangan Enam Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung di Kampung Banti ke Aroanop Perbesar

TIMIKA – Kepolisian Mimika saat ini sudah mengambil keterangan terhadap 6 orang saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Jadi untuk kasus kita masih dalam lidik, dalam arti masih melengkapi keterangan dari saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti. Sudah ada 6 saksi yang sudah kita minta keterangan tentunya akan bertambah karena ada beberapa yang belum kita mintai keterangan,”kata Kapolres Mimika,AKBP Billyandha Hildiario, Rabu (11/06/2025).

Ia juga menyatakan, secepatnya akan tetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan penghubung kampung Banti ke Aruanop di Distrik Tembagapura.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan rilis hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi jembatan itu,” kata AKBP Billyandha.

Menurut Kapolres dalam penanganan kasus korupsi ini harus lebih hati-hati,sehingga butuh waktu yang lama.

“Penyelidikan kasus korupsi ini sesuai komitmen awal bahwa selama menjabat sebagai Kapolres Mimika harus menyelesaikan satu kasus korupsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga menyampaikan bahwa tidak benar adanya pemberitaan yang mana dinonjobkan salah satu pejabat Polres yaitu Kanit Tipikor itu ada kaitan dengan pengungkapan kasus ini.

“Itu tidak benar, jadi bahasanya mutasi itu dalam rangka penyegaran kemudian untuk kebutuhan personil di Polda Papua Tengah, mengingat Polda Papua Tengah juga baru dan masih membutuhkan banyak personil jadi memang perlu perkuatan,”ungkapnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air, Tim Patroli Kejar Pelaku Pembakaran Pesawat di Yahukimo

3 Juli 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260703 WA0117

Rafael Taorekeyau Jabat Ketua KNPI Kabupaten Mimika Periode 2026-2029

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

IMG 20260703 WA0101

Dekranasda Deiyai Kembali Raih Juara Umum di Festival TIFA 2026, Mimpi Gelar Festival Danau Tigi Makin Besar

3 Juli 2026 - 11:54 WIB

IMG 20260703 WA0050

Gerakan Pramuka Kwarcab Deiyai Siap Dukung Pengamanan Rangkaian HUT RI Ke-81

3 Juli 2026 - 11:50 WIB

IMG 20260703 WA0048

Jenasah Pilot Nicholas Berhasil Dievakuasi dari Yahukimo ke Timika, TNI Siapkan Pemulangan ke Jakarta

3 Juli 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260703 WA0047
Trending di Headline