NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan merata di seluruh wilayahnya. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembelajaran Literasi Dasar dan PAUD Berkualitas yang Sensitif GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), yang digelar selama dua hari di Hotel Mahavira, Nabire, 10–11 Juni 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor dalam membangun pendidikan yang adil dan merata bagi semua anak, termasuk anak-anak di wilayah terpencil dan kelompok rentan.
“Hingga hari ini, masa pemerintahan kami belum genap 110 hari. Namun sejak pertengahan April lalu, kami sudah mendorong kebijakan pendidikan gratis untuk semua anak di Papua Tengah,” ujar Marthen Ukago.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi besar Papua Tengah Emas —sebuah arah pembangunan daerah yang menekankan keadilan, daya saing, martabat, harmoni, dan keberlanjutan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah Provinsi Papua Tengah, menurutnya, telah membuka ruang kerja sama yang luas, salah satunya dengan UNICEF yang selama ini mendampingi program-program pendidikan di Papua Tengah, serta organisasi mitra lokal seperti Yayasan Seraphim.
Workshop ini sendiri menjadi forum strategis untuk membangun peta jalan pendidikan yang mengintegrasikan praktik-praktik baik, mulai dari model PAUD holistik integratif, program literasi-numerasi, hingga pendekatan yang sensitif terhadap gender, disabilitas, dan inklusi sosial.
“Kami turut berbahagia melihat hasil nyata dari wilayah dampingan UNICEF, di mana program literasi dan numerasi telah menolong banyak anak Papua yang belum bisa membaca menjadi bisa,” kata Ukago.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memperluas dampak dari program-program tersebut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di sektor kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, dan perlindungan anak.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kami mengucapkan selamat mengikuti workshop ini. Pantau dan kawal praktik-praktik baik yang sudah ada, agar kita bisa terus menolong semua anak di tanah Mepago ini menjadi sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan siap bersaing di segala bidang,” tutupnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Workshop ini dihadiri oleh perwakilan UNICEF Pendidikan Tanah Papua, pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Bappeda, Bunda PAUD, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Bappeda kabupaten se-Papua Tengah. (MB)








