NABIRE – Media online Piyosnews.net menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada Posko Pusat Kemanusiaan untuk pengungsi konflik di Intan Jaya dan Puncak. Posko ini dibuka oleh Pemuda Katolik.
Komisariat Daerah (KOMDA) Papua Tengah sejak Jumat, 25 Mei 2025, dan akan berakhir pada 5 Juni 2025. Lokasi posko berada di Asrama Pusat SMP Bukit Meriam, tepatnya di halaman Gereja Katolik Bukit Meriam, Nabire.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh wartawan Piyosnews.net pada Rabu, 4 Juni 2025.
“Kami dari media online Piyosnews ikut ambil bagian membantu para pengungsi korban konflik di Intan Jaya dan Puncak. Ini bentuk kepedulian kecil kami untuk sesama,” ujar perwakilan media saat menyerahkan bantuan secara langsung.
Ketua Posko Umum Pemuda Katolik Papua Tengah, Kris Madai, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari media lokal tersebut.
“Terima kasih kepada Media Piyosnews.net.Kami menerima sumbangan ini dengan hati gembira. Posko ini kami buka murni untuk kemanusiaan, demi membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban konflik bersenjata di Intan Jaya dan Puncak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembukaan posko ini merupakan bentuk konkret dari semangat solidaritas dan iman.
“Kami menerjemahkan moto ego sum ostium – ‘Akulah pintu bagi domba-dombaku’. Kami melihat umat Tuhan di Keuskupan Timika, khususnya di daerah konflik, sedang menderita, mengalami trauma, ketakutan, dan kehilangan tempat tinggal karena konflik antara TPNPB dan TNI,” lanjut Kris.
Menurutnya, banyak anak-anak yang mengalami trauma berat, keluarga yang tercerai-berai, serta kondisi kesehatan warga sipil yang kian memprihatinkan. Oleh karena itu, posko ini juga menjadi ajakan terbuka bagi siapa saja yang memiliki nurani dan kepedulian untuk turut berbela rasa.
Lebih lanjut, Pemuda Katolik KOMDA Papua Tengah juga menyerukan pentingnya membangun perdamaian lintas iman.
“Manusia adalah citra Tuhan yang diciptakan dengan kasih. Maka, sudah seharusnya kita saling menjaga, merangkul, mengasihi, dan mendoakan satu sama lain. Kami percaya bahwa semua umat beriman—baik Katolik, Kristen, Islam, Hindu, maupun Buddha—memiliki cita-cita yang sama: hidup damai dan bersaudara,” tegasnya.
Melalui posko ini, Pemuda Katolik mengajak seluruh umat Katolik di lima dekenat Keuskupan Timika serta para pemerhati kemanusiaan untuk turut serta menyuarakan keadilan dan membantu para pengungsi yang terdampak konflik bersenjata, khususnya di wilayah Dekenat Moni dan Puncak. (MB)






